Singapura Blokir Situs Diduga Sebar Kampanye Informasi Asing

  • 23 Apr 2026 22:54 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Singapura memblokir akses terhadap enam situs web yang diduga berpotensi digunakan dalam kampanye informasi bermusuhan oleh aktor asing. Langkah ini diumumkan melalui pernyataan bersama Ministry of Home Affairs Singapore dan Infocomm Media Development Authority pada 23 April.

Otoritas menyebutkan bahwa situs-situs tersebut menyamar sebagai portal berita lokal dengan menggunakan nama domain yang mencerminkan identitas Singapura. Beberapa di antaranya bahkan sempat memuat konten terkait Pemilu 2025 selama masa kampanye, meskipun tingkat paparan terhadap publik dinilai masih rendah.

Enam situs yang diblokir antara lain singaporeheadline.com, singaporeweek.com, singapore24hour.com, nanyangweekly.com, singaporebuzz.com, serta sgtimes.com. Lima di antaranya diketahui terkait jaringan situs tidak autentik yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh Google Threat Analysis Group dan Mandiant sebagai penyebar misinformasi dan disinformasi.

Menurut pemerintah, situs-situs tersebut kerap mengambil konten dari media arus utama seperti Channel News Asia, The Straits Times, hingga media internasional tanpa atribusi yang jelas. Praktik ini dinilai dapat menyesatkan pembaca dan menciptakan persepsi seolah-olah informasi tersebut berasal dari sumber resmi atau mencerminkan pandangan publik Singapura.

Meski belum digunakan secara aktif dalam kampanye bermusuhan di dalam negeri, pemerintah menilai langkah pencegahan tetap diperlukan. Berdasarkan pengalaman global, aktor asing kerap membangun situs yang tampak kredibel untuk memengaruhi opini publik dan kepentingan politik di negara target.

Pemblokiran ini dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku setelah melalui proses pemantauan sejak 2024 hingga 2025. Sebelumnya, pemerintah Singapura juga telah mengambil langkah serupa dengan memblokir sejumlah situs yang meniru media resmi. Kebijakan ini menegaskan komitmen negara dalam menjaga ruang informasi yang aman, kredibel, dan bebas dari intervensi asing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....