GasCo Singapura Tambah Pasokan LNG, Hadapi Dampak Perang dan Lonjakan Harga Energi
- 20 Apr 2026 16:20 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Perusahaan gas milik negara Singapura, GasCo, mengambil langkah cepat dengan mengamankan tambahan kargo gas alam cair (LNG) untuk mengatasi gangguan pasokan akibat konflik geopolitik. Mengutip Reuters, langkah ini dilakukan di tengah terganggunya distribusi energi global akibat perang yang melibatkan kawasan Timur Tengah.
Singapura yang sangat bergantung pada gas untuk sekitar 95 persen kebutuhan listriknya terus meningkatkan impor LNG. Sepanjang tahun lalu, impor LNG negara tersebut mencapai sekitar 5,93 juta ton, dengan hampir setengahnya berasal dari Qatar sebagai pemasok utama.
CEO GasCo, Alan Heng, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas pasokan energi. “Meskipun sebagian impor LNG kami mengalami pengurangan, Singapore GasCo telah mengambil langkah proaktif untuk mengamankan kargo tambahan guna melengkapi sumber pasokan yang ada,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kebutuhan energi jangka pendek tetap terpenuhi. “Dalam jangka pendek, fokus kami adalah mengamankan kargo LNG untuk menutup kekurangan pasokan dari pemasok yang ada,” kata Heng.
Berdasarkan data pelacakan kapal, sejak konflik memanas pada akhir Februari, Singapura telah menerima tiga kargo LNG tambahan. Dua kargo berasal dari Australia, sementara satu lainnya didatangkan dari Mozambik sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber energi.
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, GasCo tetap menyiapkan strategi jangka panjang. Perusahaan berencana masuk ke pasar pada tahun 2026 untuk mencari kontrak pasokan LNG jangka panjang yang akan mulai dikirim pada 2028.
Namun demikian, kondisi pasar energi global masih penuh ketidakpastian. Gangguan pada jalur penting seperti Selat Hormuz serta dampak konflik terhadap fasilitas produksi LNG telah mendorong lonjakan harga energi di Asia.
Heng menegaskan situasi saat ini masih sangat dinamis. “Situasi masih terus berubah, dan kami memperkirakan ketidakpastian serta volatilitas di pasar akan terus berlanjut,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa GasCo akan terus bekerja sama dengan regulator, pemasok gas, dan perusahaan pembangkit listrik untuk menjaga keandalan pasokan energi Singapura.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....