Artemis II Selesaikan Misi Lintasi Bulan, Pecahkan Rekor dan Bawa Temuan Ilmiah

  • 07 Apr 2026 18:31 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Para awak misi Artemis II telah menuntaskan fase mengitari Bulan dan kini memulai perjalanan pulang menuju Bumi pada Selasa, 7 April 2026. Dalam ekspedisi ini, mereka membawa berbagai hasil pengamatan penting, mulai dari kawah Bulan yang jarang diketahui, fenomena gerhana Matahari, hingga jejak tumbukan meteor yang dinilai berpotensi memperkaya riset ilmiah.

Dilansir dari AFP, selama berjam-jam, keempat astronaut terpaku pada jendela kapsul, menikmati panorama Bulan dari perspektif yang belum pernah dirasakan sebelumnya oleh manusia.

“Manusia mungkin belum berevolusi untuk melihat apa yang kami lihat,” kata Victor Glover. “Sangat sulit dijelaskan. Ini luar biasa.”

Selain mengamati kontur permukaan Bulan secara rinci, kru juga menyaksikan langsung gerhana Matahari saat Bulan melintas di depan Matahari. Mereka turut melaporkan kilatan cahaya di permukaan Bulan yang diduga berasal dari hantaman meteor.

“Saya tidak bisa cukup menggambarkan betapa banyak ilmu yang sudah kami pelajari,” ujar ilmuwan utama misi Artemis II, Kelsey Young. “Kalian benar-benar telah membawa Bulan terasa lebih dekat bagi kami hari ini, dan kami sangat berterima kasih.”

Meski telah mencetak rekor sebagai manusia yang menjelajah paling jauh dari Bumi, para astronaut tetap menjalani agenda lain, termasuk menerima sambungan komunikasi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Trump yang pernah menyaksikan era program Apollo memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian tersebut.

“Kalian benar-benar telah menginspirasi seluruh dunia,” ujarnya, seraya menyebut para astronaut sebagai “pelopor masa kini” yang memiliki keberanian luar biasa.

“Amerika tidak akan tertandingi dalam bidang luar angkasa dan semua yang kami lakukan, dan kami akan terus memimpin perjalanan luar biasa ini menuju bintang-bintang.”

Dalam percakapan itu, Trump juga menanyakan pengalaman kru saat kehilangan kontak dengan Bumi selama sekitar 40 menit akibat blackout komunikasi yang telah diprediksi.

“Mungkin sempat terputus,” kata Trump. “Jaraknya memang sangat jauh.”

Perjalanan ini menorehkan sejumlah pencapaian penting, salah satunya melampaui rekor jarak yang sebelumnya dipegang misi Apollo 13 pada 1970. Tim Artemis II berhasil menempuh jarak hingga 406.771 km dari Bumi, melampaui rekor lama lebih dari 6.000 km.

Astronaut Jeremy Hansen menyebut capaian tersebut sebagai tantangan bagi generasi berikutnya untuk memecahkannya.

Selama perjalanan, kru juga sempat kehilangan komunikasi dengan Bumi saat pesawat berada di sisi belakang Bulan, menjadikan mereka manusia pertama dalam lebih dari setengah abad yang mengalami kondisi tersebut.

“Senang sekali bisa kembali mendengar dari Bumi,” ujar astronaut Christina Koch. “Kami akan selalu memilih Bumi.”

Kapsul Orion kini bergerak kembali ke Bumi melalui lintasan khusus yang memungkinkan perjalanan pulang tanpa manuver tambahan, dengan estimasi waktu sekitar empat hari.

Misi yang dipimpin oleh Reid Wiseman ini juga mencatat sejumlah tonggak penting, termasuk partisipasi Glover sebagai astronaut kulit berwarna pertama yang mengelilingi Bulan, Koch sebagai perempuan pertama, serta Hansen sebagai astronaut non-Amerika pertama dalam misi tersebut.

Di tengah rangkaian misi, kru mengusulkan penamaan dua kawah Bulan yang belum memiliki nama. Salah satunya diusulkan bernama “Integrity”, sesuai julukan pesawat mereka, sementara kawah lainnya diusulkan bernama “Carroll” sebagai penghormatan bagi mendiang istri Wiseman.

Momen tersebut diwarnai suasana haru, dengan para astronaut saling berpelukan dan tim kendali misi di Houston mengheningkan cipta.

Lembaga antariksa NASA menyatakan bahwa nama-nama tersebut akan diajukan secara resmi kepada International Astronomical Union, yang memiliki kewenangan dalam penamaan objek dan fitur di luar angkasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....