PM Thailand Tuding Penimbunan BBM Picu Kelangkaan dan Lonjakan Harga

  • 03 Apr 2026 17:06 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyoroti peran para pelaku usaha minyak dalam lonjakan harga energi yang terjadi belakangan ini. Ia menilai praktik penimbunan serta penyelundupan bahan bakar menjadi penyebab utama terganggunya pasokan dan melonjaknya harga di dalam negeri.

Dilansir dari AFP, “otoritas telah menemukan kasus penimbunan bahan bakar dan penyelundupan untuk dijual ke negara tetangga,” kata Anutin. Ia menambahkan, kerugian negara akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai 50 miliar baht atau sekitar 1,4 miliar dolar AS.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga memanfaatkan situasi krisis energi global demi meraup keuntungan yang tidak wajar.

“Tindakan ini (penyelundupan dan penimbunan) merupakan bentuk keuntungan berlebihan dari kenaikan harga minyak di tengah krisis energi global,” ujarnya. Ia juga menilai praktik ini sebagai “faktor utama di balik kelangkaan bahan bakar secara nasional dalam beberapa pekan terakhir”.

Temuan pemerintah menunjukkan bahwa aktivitas penimbunan dan spekulasi harga tidak hanya terjadi di daratan, tetapi juga melibatkan distribusi melalui jalur laut oleh pelaku usaha skala besar hingga menengah.

Anutin mengungkapkan, beberapa pengiriman bahan bakar sengaja ditunda kedatangannya agar para pelaku dapat menjualnya saat harga eceran sudah lebih tinggi.

Selain itu, terdapat pula pengiriman yang dialihkan untuk disimpan sementara dengan dugaan akan dijual ke negara lain di kawasan.

Menteri Kehakiman Rutthaphon Naowarat menyebutkan bahwa lebih dari 57 juta liter bahan bakar dilaporkan hilang selama proses pengiriman laut di wilayah selatan Thailand.

Pemerintah kini telah menyerahkan kasus ini kepada Departemen Investigasi Khusus untuk ditangani sebagai perkara prioritas, dengan proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Situasi ini muncul di tengah meningkatnya keluhan masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar yang terjadi berulang sejak akhir Maret hingga awal April.

Saat ini, harga energi di Thailand telah menyentuh titik tertinggi, dengan bensin tanpa timbal dan diesel dijual jauh lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Asia Tenggara, yang terdampak gejolak pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.

Di Vietnam, harga bahan bakar kembali mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir, baik untuk diesel maupun bensin.

Untuk meredam dampak lonjakan tersebut, pemerintah Vietnam mengambil langkah dengan menggunakan dana stabilisasi harga darurat serta menghapus pajak lingkungan guna menekan beban masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....