Diduga Gangguan Sistem, Robotaxi Baidu Mogok Massal di Wuhan

  • 01 Apr 2026 16:41 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Sejumlah kendaraan taksi otonom milik perusahaan teknologi asal Tiongkok, Baidu dilaporkan mengalami gangguan operasional di wilayah pusat China, sehingga berhenti mendadak di jalan dan membuat penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan. Insiden ini dikaitkan dengan dugaan kerusakan sistem, sebagaimana disampaikan aparat kepolisian pada Rabu, 1 April 2026.

Dilansir dari AFP, otoritas setempat di Wuhan, Provinsi Hubei, mengungkapkan bahwa laporan dari masyarakat mulai berdatangan secara beruntun pada Selasa malam. Warga melaporkan adanya “sejumlah mobil Apollo Go yang berhenti di tengah jalan dan tidak dapat bergerak,” menurut pernyataan resmi polisi.

Apollo Go merupakan layanan taksi tanpa pengemudi yang dikembangkan Baidu. Layanan ini mulai beroperasi secara komersial di Beijing sejak 2021 dan kini telah diperluas ke beberapa kota dengan area operasional tertentu.

“Setelah dilakukan penyelidikan, temuan awal menunjukkan bahwa penyebabnya adalah gangguan sistem,” kata pihak kepolisian, tanpa merinci jumlah kendaraan yang terdampak.

Di berbagai platform media sosial, pengguna membagikan pengalaman mereka saat terjebak di dalam kendaraan yang tidak dapat bergerak. Dalam video yang beredar, terlihat upaya penumpang menghubungi layanan pelanggan, namun tidak mendapat respons, sementara kendaraan lain tetap melintas.

“Apollo Go, apakah kamu lumpuh?” tulis seorang pengguna media sosial, disertai video yang menunjukkan panggilan ke perusahaan tidak dijawab melalui tablet di dalam kendaraan.

Identitas layanan terlihat jelas melalui logo Apollo Go berwarna hijau muda yang terpasang di bagian setir mobil.

Pengguna tersebut juga mengaku “terjebak” di tengah jalan selama lebih dari 30 menit akibat gangguan tersebut.

Hingga kini, pihak Baidu belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.

Di sisi lain, perusahaan ini sebelumnya telah menjalin kerja sama untuk memperluas jangkauan layanan melalui platform transportasi daring seperti Lyft dan Uber, serta menargetkan ekspansi pasar ke luar negeri.

Berdasarkan laporan perusahaan, sepanjang kuartal keempat 2025, Apollo Go mencatat 3,4 juta perjalanan tanpa pengemudi, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saat ini, Baidu diketahui mengoperasikan lebih dari 500 unit kendaraan otonom di Wuhan sebagai bagian dari pengembangan teknologi transportasi masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....