Lowongan Lulusan UK Anjlok, Rekor Terendah sejak Pencatatan Dimulai
- 23 Feb 2026 21:53 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Lowongan kerja di Inggris anjlok ke level terendah dalam lima tahun, dengan posisi untuk lulusan turun di bawah 10.000 untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai pada 2016. Data terbaru dari situs pencarian kerja Adzuna menunjukkan pelemahan signifikan pasar tenaga kerja pada Januari 2026.
Menurut laporan Free Malaysia Today, jumlah iklan pekerjaan turun 3,05% dalam sebulan menjadi 694.940 posisi. Angka ini merupakan catatan terburuk sejak Januari 2021, menandakan tren penurunan yang berlanjut dari tahun sebelumnya.
Pekerjaan lulusan mengalami penurunan paling tajam, anjlok 19,1% hingga berada di bawah ambang 10.000. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa generasi muda menjadi kelompok yang paling terdampak oleh melemahnya pasar tenaga kerja.
“Pasar tetap menantang, dengan lebih sedikit lowongan dan persaingan yang ketat, tetapi pertumbuhan upah yang berkelanjutan menunjukkan perusahaan masih bersedia membayar untuk keterampilan yang tepat,” kata Andrew Hunter, salah satu pendiri Adzuna, dikutip Free Malaysia Today.
Meski jumlah lowongan menurun, gaji rata-rata justru meningkat. Adzuna mencatat gaji rata-rata mencapai £43.289 pada Januari, naik 5,98% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini melampaui perkiraan Bank of England sebesar 3,25% untuk pertumbuhan upah yang stabil tanpa memicu inflasi.
Bank of England sendiri telah menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya pengangguran, yang naik menjadi 5,2% dari 4,7% dalam enam bulan terakhir. Kenaikan pajak gaji dan upah minimum oleh pemerintah Partai Buruh disebut sebagai salah satu faktor yang menekan pasar tenaga kerja, di samping rencana regulasi ketenagakerjaan yang lebih ketat.
Selain itu, teknologi kecerdasan buatan (AI) juga disebut berperan dalam menggantikan pekerjaan tingkat pemula. Adzuna mencatat posisi entry-level turun 4,46% hanya dalam sebulan. Meski demikian, para ekonom berharap AI dan peningkatan investasi bisnis dapat membantu memulihkan produktivitas Inggris yang lemah.
Penelitian terbaru Boston Consulting Group menegaskan bahwa sektor-sektor besar seperti keuangan, manufaktur, komunikasi, dan ritel telah tertinggal dari “frontier produktivitas” selama dua dekade terakhir. Kondisi ini diperburuk oleh meningkatnya jumlah perusahaan kecil berproduktivitas rendah, yang rata-rata lebih tidak efisien dibandingkan tiga dekade lalu.
Temuan tersebut menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi Inggris untuk membalikkan tren produktivitas dan menutup kesenjangan dengan Amerika Serikat serta ekonomi maju lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....