Singapore Art Week Hidupkan Ruang Publik Kota
- 24 Jan 2026 18:34 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Singapore Art Week 2026 resmi digelar dan langsung menyemarakkan berbagai ruang publik di Singapura sejak 23 Januari. Salah satu agenda utamanya adalah peluncuran Botero in Singapore: Garden Grandeur di Silver Garden, Gardens by the Bay, yang menampilkan enam patung perunggu monumental karya seniman Kolombia ternama, Fernando Botero.
Enam karya tersebut meliputi Adam and Eve, Cat, Horse, Seated Woman, The Dancers, dan Woman on Horse, yang akan dipamerkan hingga 18 Mei. Patung Horse menjadi yang terbesar dengan tinggi lebih dari tiga meter dan berat sekitar tiga ton, menjadikannya daya tarik utama bagi pengunjung lokal maupun wisatawan.
| Baca juga: JAT Sambut Menhan Singapura di Changi |
Singapore Art Week yang berlangsung dari 22 hingga 31 Januari ini diselenggarakan oleh National Arts Council (NAC) dengan dukungan Singapore Tourism Board (STB). Memasuki edisi ke-14, festival seni selama 10 hari ini menghadirkan lebih dari 200 program dan kegiatan, dengan lebih dari separuhnya menampilkan karya seniman lokal. Festival ini mengajak publik menikmati seni visual tidak hanya di galeri, tetapi juga di jalanan, taman kota, transportasi umum, hingga ruang keseharian.
Salah satu proyek unggulan adalah Next Stop: Together!, sebuah proyek seni publik yang mengubah sistem transportasi Singapura menjadi platform artistik. Program ini menghadirkan bus seni keliling yang akan singgah di 25 titik di 12 distrik, serta delapan karya seni skala besar di stasiun MRT. Bus seni ini juga menyediakan aktivitas gratis seperti pembuatan lencana dan desain stiker kartu ez-link.
Karya berbasis komunitas juga menjadi bagian penting festival ini. Bring Your Own Racket karya seniman lokal Aaron Lim dan Quek Jia Qi menghadirkan instalasi bermain di Discover Tanjong Pagar Community Green yang mengajak pekerja kawasan pusat bisnis untuk berinteraksi secara spontan. Sementara itu, ruang void deck direka ulang menjadi instalasi bercahaya di sebuah pusat perbelanjaan oleh Arterly Obsessed, mendorong kebersamaan melalui aktivitas seperti bermain catur dan suvenir kapsul.
Di Gillman Barracks, karya The Last Tree Was A Building menghadirkan empat monyet balon raksasa yang memantik refleksi hubungan manusia dengan alam dan lingkungan urban. Di kawasan pesisir selatan, Pantai Tanjong Sentosa disulap menjadi Lobster Beach melalui instalasi seni publik berupa patung lobster setinggi delapan meter dengan ornamen es krim meleleh, dikelilingi instalasi makhluk laut.
Karya internasional juga turut meramaikan, termasuk pameran K-Art: Contemporary Inner Scapes – Moment & Face yang menampilkan seni kontemporer Korea, termasuk karya Ha Ji Won yang untuk pertama kalinya dipamerkan di Asia Tenggara. Pameran ini digelar di Equarius Hotel Ballroom hingga 30 Januari.
Dengan mengintegrasikan seni ke dalam ruang publik dan aktivitas harian, Singapore Art Week 2026 menghadirkan pengalaman seni yang inklusif dan memperkuat posisi Singapura sebagai salah satu pusat seni visual terkemuka di Asia.
Informasi lengkap mengenai program dan tiket dapat diakses melalui situs resmi www.artweek.sg
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....