Terowongan Bawah Tanah Baru Hubungkan T5 dan T2
- 31 Des 2025 18:40 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Penumpang di masa depan yang tiba atau berangkat dari Terminal 5 (T5) Bandara Changi, Singapura, akan menikmati konektivitas yang jauh lebih cepat dan efisien. Melalui jalur bawah tanah terbaru, penumpang dapat berpindah dari T5 ke Terminal 2 (T2) hanya dalam waktu sekitar empat menit menggunakan sistem automated people-mover.
Sistem ini mirip dengan Skytrain yang saat ini melayani Terminal 1, 2, dan 3 di Bandara Changi. Menurut Changi Airport Group (CAG), kereta tanpa masinis tersebut akan beroperasi dengan frekuensi empat hingga delapan menit, sehingga mampu mendukung pergerakan penumpang dalam jumlah besar di bandara tersibuk Asia Tenggara itu.
Setiap rangkaian kereta terdiri dari dua gerbong dengan kapasitas total sekitar 96 penumpang, termasuk bagasi. Dari total lima kereta yang direncanakan, dua unit akan beroperasi secara bersamaan selama jam layanan, yang jadwal operasionalnya masih dalam tahap perencanaan oleh CAG.
Kehadiran people-mover ini akan memudahkan penumpang transit di T5 untuk melanjutkan perjalanan ke terminal lain di Bandara Changi. Dari T2, penumpang dapat melanjutkan ke Terminal 1 dan 3 melalui Skytrain, serta ke Terminal 4 menggunakan layanan shuttle bus yang telah tersedia.
CAG sebelumnya menyatakan bahwa penumpang transit di T5 dapat terhubung ke penerbangan lanjutan dalam waktu kurang dari satu jam. Hal ini menjadi penting mengingat T5 akan memiliki ukuran sangat besar, setara dengan gabungan Terminal 1 hingga 4, dan dirancang untuk melayani hingga 140 juta penumpang per tahun saat beroperasi pada pertengahan 2030-an.
Dari sisi infrastruktur, sekitar 1,7 kilometer dari total 2,5 kilometer terowongan bawah tanah antara T5 dan T2 telah rampung pada Oktober 2024. Dua terowongan diperuntukkan bagi people-mover, sementara satu terowongan khusus digunakan untuk sistem penanganan bagasi berkapasitas hingga 3.000 bagasi per jam.
Terowongan bagasi tersebut menjadi salah satu pencapaian teknik terbesar di Singapura. Saat dibangun pada 2022, terowongan ini merupakan yang terbesar di negara tersebut dengan diameter 12,3 meter dan berada di kedalaman 28 hingga 35 meter di bawah permukaan tanah, setara gedung hunian sekitar 12 lantai.
Dalam proses konstruksi, tim CAG menghadapi tantangan besar karena terowongan harus dibangun di bawah taxiway bandara yang masih aktif digunakan pesawat. Untuk meminimalkan gangguan operasional, metode konstruksi top-down diterapkan, memungkinkan aktivitas bandara tetap berjalan normal dan memangkas waktu pembangunan hingga dua tahun.
Pembangunan T5 sendiri resmi dimulai pada Mei lalu dan mencakup berbagai fasilitas pendukung, termasuk pusat transportasi terpadu yang menghubungkan MRT, bus, taksi, dan moda transportasi lainnya. Selain itu, dua sistem people-mover internal di dalam T5 juga tengah dibangun untuk menghubungkan area keberangkatan, gerbang pesawat, dan aula imigrasi, menjadikan T5 sebagai salah satu terminal bandara paling modern di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....