Penyalahgunaan “Zombie Cigarettes” Berisi Etomidate Meningkat di Okinawa

  • 16 Nov 2025 15:56 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Fenomena baru dalam dunia narkotika tengah mengkhawatirkan pihak berwenang di Jepang, khususnya di Prefektur Okinawa. Penyalahgunaan cairan vape yang mengandung etomidate, dikenal sebagai “zombie cigarettes”, semakin marak di kalangan anak muda dan memicu alarm nasional. Istilah tersebut muncul karena efek obat yang dapat membuat penggunanya kehilangan kendali tubuh layaknya “zombie”.

Hingga akhir September 2025, pihak berwenang telah menangkap 10 orang, mayoritas berusia belasan hingga dua puluhan tahun, atas kepemilikan etomidate. Pemerintah Jepang menetapkan senyawa tersebut sebagai obat terlarang pada Mei 2025, mengingat efek depresannya pada fungsi cerebellum yang mengontrol koordinasi tubuh.

Pada Oktober, polisi kembali menangkap Yuto Agarie, pemimpin sindikat peredaran obat terlarang, karena diduga menyimpan 63,84 gram cairan vape yang mengandung etomidate di rumahnya di Urasoe untuk diperjualbelikan. Polisi menduga kelompok Agarie merupakan pemasok utama obat terlarang tersebut di Okinawa.

Etomidate sebenarnya digunakan secara legal sebagai obat bius untuk induksi anestesi dalam prosedur medis di luar negeri. Namun, penyalahgunaannya dapat berdampak serius, antara lain:

Kehilangan kesadaran

Gangguan kendali tubuh

Kejang pada tangan dan kaki

Pemerintah Jepang kini melarang penggunaan, kepemilikan, maupun impor etomidate tanpa pengecualian.

Penjualan “zombie cigarettes” dilakukan secara tersembunyi melalui aplikasi pesan aman dan media sosial. Pengedar memasarkan versi cair yang dapat dihirup melalui vape, baik dengan rasa tertentu maupun tanpa rasa.

Pada Agustus dan September 2025, tiga pria asal China yang tinggal di dekat Tokyo ditangkap karena menyelundupkan sekitar 100 gram etomidate dari India melalui Singapura. Mereka diduga mencairkan bubuk etomidate, mengemasnya ke dalam kartu vape, dan menjualnya langsung kepada pembeli di wilayah metropolitan Tokyo.

Menurut laporan UN Office on Drugs and Crime (UNODC) pada Maret 2025, etomidate dan turunannya semakin banyak ditemukan di pasar narkotika ilegal di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk China. Temuan ini menegaskan bahwa penyebarannya bukan hanya masalah lokal, tetapi berpotensi menjadi isu regional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....