Ketekunan Pasutri Cirebon Wujudkan Impian Haji

  • 26 Apr 2026 22:34 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Madinah - Di sebuah pasar tradisional di Cirebon, kebiasaan sederhana menyisihkan sebagian kecil penghasilan setiap hari perlahan berubah menjadi perjalanan besar menuju Tanah Suci.

Hasanudin Masngad Sarti dan Kudaedah Abdul Hayi, pasangan suami istri asal Astana Japura, akhirnya tiba di Madinah setelah bertahun-tahun menabung dari hasil berdagang sayuran.

Mereka mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz pada Sabtu malam, bergabung dalam rombongan jamaah haji Indonesia.

Perjalanan mereka menuju titik ini tidaklah singkat. Hasanudin pernah merantau ke Jakarta, berjualan asinan buah di kawasan Petojo Ilir dengan penghasilan harian yang tidak menentu sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Namun, dari jumlah yang terbatas itu, ia tetap berusaha menyisihkan sebagian.

“Sedikit demi sedikit dikumpulkan. Setelah cukup, langsung mendaftar haji,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima RRI, Minggu 26 April 2026.

Setelah kembali ke Cirebon pada 2010, ia bersama istrinya melanjutkan usaha dengan berjualan sayuran di pasar. Dari penghasilan bersih sekitar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per hari, kebiasaan menabung tetap dijaga.

Bagi Kudaedah, disiplin menjadi kunci. Ia menyisihkan antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu setiap hari, meski harga sayuran kerap naik turun dan keuntungan tidak selalu stabil.

“Kalau tidak menabung, khawatir saat pelunasan tidak punya dana,” katanya.

Selain itu, ia juga mengikuti arisan di pasar. Setiap kali mendapat giliran, uang yang diperoleh langsung dimasukkan ke tabungan haji.

Di tengah tanggung jawab membesarkan tujuh anak, pasangan ini tetap mempertahankan tekad mereka.

Kini, setelah penantian panjang, mereka akhirnya menapakkan kaki di Tanah Suci membawa serta harapan yang telah lama dipupuk.

“Semoga menjadi haji mabrur. Ingin mendoakan anak-anak dan orangtua dari Tanah Suci,” ujar Kudaedah.

Kisah mereka mencerminkan perjalanan banyak jamaah Indonesia—bahwa bagi sebagian orang, ibadah haji bukan hanya soal kemampuan finansial, tetapi juga tentang kesabaran, konsistensi, dan keyakinan yang dijaga selama bertahun-tahun.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....