Jamaah Haji Indonesia Rasakan “Rumah Sementara” di Tanah Suci
- 26 Apr 2026 22:11 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Madinah - Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, kenyamanan menjadi faktor penting bagi para jamaah terutama saat menjalani hari-hari awal di Madinah.
Bagi sebagian jamaah Indonesia, pengalaman itu terasa cukup positif. Dari penginapan hingga makanan, layanan yang diberikan dinilai mampu menghadirkan rasa aman sekaligus mendukung kekhusyukan beribadah.
Di pelataran Masjid Nabawi menjelang salat Jumat, Lila Kholilah mengaku puas dengan fasilitas yang ia terima selama berada di Madinah.
“Untuk makanan alhamdulillah enak. Kamar juga bersih, kamar mandi cukup memuaskan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima RRI, Minggu 26 April 2026.
Menurut Lila, lokasi hotel yang dekat dengan masjid menjadi salah satu keunggulan utama. Kedekatan ini memudahkan jamaah untuk beribadah tanpa harus menempuh perjalanan jauh, terutama di tengah kondisi fisik yang menurun akibat kelelahan perjalanan.
Sebagian besar jamaah Indonesia memang ditempatkan di kawasan markaziyah—wilayah strategis di sekitar Masjid Nabawi yang dikenal sebagai area paling diminati karena aksesnya yang mudah.
Namun, kenyamanan tersebut tidak lepas dari tantangan. Lila mencatat masih adanya antrean penggunaan lift di beberapa hotel, akibat keterbatasan fasilitas dibanding jumlah penghuni.
Meski begitu, secara keseluruhan, penilaian positif juga datang dari jamaah lain. Renah menilai layanan akomodasi selama di Madinah sudah berjalan dengan baik.
“Pelayanan hotel sangat baik, kondisinya nyaman. Harapannya dengan kenyamanan ini kami bisa tetap sehat selama di sini,” katanya.
Ia juga menyebut makanan yang disajikan sesuai dengan selera dan kebutuhan jamaah, sebuah faktor penting untuk menjaga kondisi fisik selama menjalani ibadah yang panjang.
Selama berada di Madinah, jamaah haji Indonesia dijadwalkan menjalankan ibadah arbain melaksanakan 40 waktu salat berjamaah di Masjid Nabawi. Mereka juga memiliki kesempatan berziarah ke Raudhah serta mengunjungi sejumlah situs bersejarah di kota tersebut.
Di tengah aktivitas yang padat, fasilitas yang memadai menjadi penopang utama agar jamaah dapat beribadah dengan tenang.
Bagi banyak jamaah, kenyamanan sederhana kamar yang bersih, makanan yang familiar, dan jarak yang dekat ke masjid menjadi elemen penting yang membantu mereka fokus pada tujuan utama, menjalankan ibadah dengan khusyuk di Tanah Suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....