Indonesia Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah
- 26 Apr 2026 21:50 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Makkah - Pemerintah Indonesia menyiapkan ratusan hotel di Makkah untuk menampung jamaah haji reguler pada musim haji 2026, di tengah peningkatan pengawasan keamanan oleh otoritas Arab Saudi.
Sebanyak 177 hotel disiapkan sebagai akomodasi utama, ditambah lima hotel cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan.
Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, mengatakan hotel-hotel tersebut tersebar di sejumlah kawasan utama, termasuk Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah.
Menurutnya, hotel cadangan ditempatkan di wilayah Syishah karena dinilai strategis, terutama dekat dengan area jamarat, yang menjadi pusat pergerakan jamaah saat puncak ibadah haji.
“Seluruh hotel telah dilengkapi fasilitas penunjang untuk mendukung kenyamanan jamaah selama beribadah,” ujarnya siaran pers yang diterima RRI, Minggu 26 April 2026
Penyediaan hotel cadangan, kata Ihsan, merupakan bagian dari standar yang harus dipenuhi setiap negara pengirim jamaah, sekaligus untuk memastikan fleksibilitas dalam pengelolaan akomodasi.
Di sisi lain, otoritas Arab Saudi mulai memperketat pengawasan terhadap jamaah di Makkah melalui pemeriksaan dokumen secara acak di sejumlah titik strategis.
Petugas keamanan dilaporkan melakukan pengecekan di kawasan sekitar Masjidil Haram, termasuk terminal Jabal Alka’bah dan jalur menuju area ibadah, guna memastikan legalitas jamaah.
Ihsan mengingatkan jamaah Indonesia untuk selalu membawa dokumen resmi, terutama Kartu Nusuk, visa, dan paspor, saat beraktivitas di luar hotel.
“Kartu Nusuk harus selalu dibawa karena menjadi syarat utama akses ke area ibadah,” tegasnya.
Kartu Nusuk berfungsi sebagai identitas resmi jamaah selama di Tanah Suci, sekaligus untuk membedakan jamaah resmi dengan yang tidak terdaftar. Kartu tersebut memuat data penting seperti identitas dan lokasi penginapan jamaah.
Untuk musim haji tahun ini, distribusi Kartu Nusuk dilakukan lebih awal di embarkasi sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, dan telah diaktifkan oleh penyedia layanan haji yang bekerja sama dengan pemerintah.
Pemerintah berharap kesiapan akomodasi dan kepatuhan terhadap aturan keamanan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini, di tengah meningkatnya jumlah jamaah dan pengawasan yang lebih ketat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....