Kandidat Presiden FIDE Rosenstein Ingin Bawa Carlsen Kembali ke Kejuaraan Dunia

  • 19 Sep 2026 16:46 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kandidat presiden Federasi Catur Internasional (FIDE) Wadim Rosenstein membawa sejumlah agenda dalam pencalonannya, termasuk upaya mengajak kembali Magnus Carlsen ke dalam persaingan kejuaraan dunia catur klasik.

Dilansir dari Reuters, selain soal Carlsen, Rosenstein juga menjanjikan pembenahan tata kelola organisasi, transparansi yang lebih besar, serta aturan yang lebih ketat untuk mencegah konflik kepentingan.

Pemilihan presiden FIDE dijadwalkan berlangsung pada 26 September dalam Sidang Umum FIDE di Samarkand, Uzbekistan. Rosenstein akan bersaing dengan pengusaha asal Jerman Jan Henric Buettner dan pengusaha Kazakhstan Timur Turlov.

Pemilihan tersebut berlangsung di tengah sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dunia catur, termasuk tata kelola FIDE, status Rusia dalam olahraga internasional, serta bagaimana catur klasik dapat mempertahankan posisinya di tengah semakin populernya format rapid, blitz, freestyle, dan kompetisi daring.

Rosenstein menilai gelar juara dunia catur klasik tetap harus menjadi pencapaian tertinggi dalam olahraga tersebut. Ia mengatakan perkembangan berbagai format baru tidak seharusnya membuat tradisi catur klasik kehilangan kedudukannya.

"Kita perlu menyampaikan kepada dunia bahwa gelar yang paling penting adalah kejuaraan dunia catur klasik. Kita harus menghormati tradisi kita," ujar Rosenstein.

Salah satu nama besar yang ingin kembali ia hadirkan dalam siklus kejuaraan dunia adalah Carlsen. Grandmaster asal Norwegia tersebut merupakan juara dunia lima kali dan saat ini menjadi pemain dengan peringkat tertinggi dalam catur klasik.

Rosenstein mengatakan hubungan pribadinya dengan sejumlah pemain top dapat menjadi modal untuk membuka kembali peluang tersebut.

"Di antara seluruh kandidat presiden, saya pikir saya memiliki hubungan terbaik dengan Magnus Carlsen dan Hikaru Nakamura," kata Rosenstein kepada Reuters.

Ia berharap Carlsen maupun Hikaru Nakamura dapat kembali terlibat lebih aktif dalam kompetisi catur klasik.

"Saya sangat ingin membawa mereka kembali ke kompetisi catur klasik dan saya berharap bisa berhasil."

Carlsen memutuskan pada 2022 untuk tidak mempertahankan gelar juara dunia pada edisi 2023. Setelah itu, ia tidak kembali mengikuti siklus kejuaraan dunia dan lebih banyak tampil dalam format permainan lain, meskipun masih mengikuti sejumlah turnamen catur klasik.

Keputusan tersebut kemudian ikut memunculkan pembahasan mengenai masa depan catur klasik. Perkembangan format yang lebih cepat dan memiliki daya tarik komersial membuat FIDE harus mencari keseimbangan antara mempertahankan tradisi dan mengikuti perubahan minat penonton.

Menurut Rosenstein, perubahan terhadap sistem kejuaraan dunia tidak dapat dilakukan hanya dengan mempertimbangkan aspek olahraga. Sponsor dan federasi catur nasional juga harus dilibatkan agar nilai komersial tidak mengurangi prestise gelar juara dunia.

Di luar isu kompetisi, Rosenstein juga menyoroti persoalan Rusia dan Belarus. Ia mengatakan FIDE perlu menjalankan keputusan yang telah dikeluarkan Court of Arbitration for Sport atau CAS terkait kedua negara tersebut.

FIDE sebelumnya menangguhkan Federasi Catur Rusia pada Juni. Keputusan itu diambil setelah FIDE menyatakan federasi Rusia tidak memenuhi tenggat waktu untuk menjalankan putusan CAS mengenai masuknya organisasi dari wilayah Ukraina yang diduduki ke dalam struktur federasi tersebut.

"Kami memiliki keputusan CAS yang harus kami ikuti. Tidak ada jalan lain," tegas Rosenstein.

Status pemain Rusia dan Belarus sendiri masih menjadi isu dalam olahraga internasional sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Berbagai organisasi olahraga harus memperhitungkan putusan hukum, kebijakan netralitas, serta tekanan politik ketika menentukan kebijakan terhadap kedua negara tersebut.

Rosenstein menilai dunia olahraga tetap dapat memainkan peran dalam mempererat hubungan antarindividu, dengan tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

"Olahraga harus hadir untuk menghubungkan orang-orang, untuk membawa perdamaian ke dunia," ujarnya.

Rosenstein juga menghadapi sorotan terkait latar belakang bisnisnya. Ia merupakan pendiri WR Chess dan menjabat sebagai ketua WR Group Holding. WR Chess dikenal sebagai penyelenggara turnamen elite yang menghadirkan sejumlah grandmaster papan atas dunia.

WR Group sebelumnya memiliki sejumlah aktivitas bisnis di Rusia, antara lain di bidang logistik, sertifikasi, serta sektor minyak dan gas. Rosenstein mengatakan kegiatan tersebut telah dihentikan setelah sanksi diberlakukan menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Untuk menjawab kekhawatiran mengenai potensi konflik kepentingan, Rosenstein berencana memperketat aturan internal FIDE. Salah satu usulannya adalah melarang pegawai FIDE bekerja secara bersamaan untuk organisasi catur swasta.

"Jika Anda adalah pegawai FIDE, Anda harus bekerja hanya untuk FIDE. Tidak akan ada konflik kepentingan sama sekali," katanya.

Rosenstein juga memasukkan profesionalisasi organisasi dan peningkatan pendapatan komersial sebagai bagian dari programnya. Menurutnya, popularitas catur di tingkat global belum sepenuhnya sebanding dengan kemampuan olahraga tersebut dalam menarik sponsor.

"Miliaran orang mengetahui apa itu catur, tetapi kami hanya memiliki sedikit sponsor di dunia catur," ujarnya.

Dengan pemilihan presiden FIDE yang semakin dekat, agenda Rosenstein mencakup dua sisi sekaligus, yakni mempertahankan posisi catur klasik sebagai pusat olahraga dan mendorong perubahan dalam pengelolaan federasi. Hasil pemilihan pada 26 September akan menentukan arah organisasi tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....