FaZe Clan Juara Rainbow Six Siege Esports World Cup 2026

  • 19 Agt 2026 12:12 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - FaZe Clan berhasil menutup perjalanan mereka di Esports World Cup 2026 dengan gelar juara Rainbow Six Siege. Tim asal Brasil tersebut mengalahkan FURIA dengan skor 3-1 pada laga final sekaligus mengakhiri kompetisi dengan catatan tidak terkalahkan.

Trofi EWC 2026 menjadi gelar perdana FaZe Clan di cabang Rainbow Six Siege. Lebih istimewa lagi, kemenangan ini membawa tiga pemain mereka, Jaime "Cyber" Ramos, Eduardo "KDS" Chiste Fontes, dan Lucas "soulz1" Schinke, mencatat pencapaian bersejarah sebagai pemain pertama yang meraih Triple Crown.

Triple Crown diberikan kepada pemain yang berhasil menjuarai tiga kompetisi paling bergengsi di Rainbow Six Siege, yakni Six Invitational, turnamen Major, dan Esports World Cup. Ketiga pemain FaZe Clan tersebut kini menjadi nama pertama yang berhasil mengumpulkan seluruh gelar tersebut.

Performa FaZe Clan sepanjang turnamen berlangsung sangat konsisten. Mereka tidak sekalipun mengalami kekalahan sejak awal kompetisi. Setelah kegagalan pada EWC tahun lalu yang membuat mereka tersingkir lebih dini, FaZe Clan tampil dengan misi untuk memperbaiki hasil tersebut. Beberapa tim yang berhasil mereka lewati di antaranya Virtus.pro, Geekay Esports, dan Team Liquid.

Final kemudian mempertemukan dua wakil Brasil, FaZe Clan dan FURIA. Bermain dalam format best of five, FaZe Clan langsung mengambil kendali dengan memenangkan dua map pembuka. FURIA belum menyerah dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui kemenangan 8-6 setelah melewati overtime pada map ketiga.

Persaingan semakin sengit di map berikutnya. FURIA berusaha memaksakan pertandingan berlanjut ke map kelima, tetapi FaZe Clan mampu bertahan dalam situasi krusial. Kemenangan 7-5 pada map keempat memastikan FaZe Clan mengunci skor 3-1 sekaligus membawa pulang trofi Rainbow Six Siege EWC 2026.

Eduardo "KDS" Chiste Fontes menyebut keberhasilan tersebut sebagai pencapaian yang selama ini diimpikannya.

“Saya akhirnya berhasil mewujudkan impian sebagai pemain di game ini. Kami sudah memenangkan semuanya, jadi pada dasarnya kami adalah pemain-pemain terbaik,” ujar KDS.

Rekan setimnya, Lucas "soulz1" Schinke, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan evaluasi terhadap sejumlah kekurangan mereka di turnamen sebelumnya.

“Kami membayangkan bisa melangkah jauh bersama organisasi ini, dengan seluruh pemain dalam tim kami. Sekarang bisa berada di sini dan menjadi juara, rasanya sangat menyenangkan,” kata soulz1.

Ia melanjutkan, “Ada beberapa turnamen sebelumnya yang tidak kami jalani dengan baik dan kami melakukan beberapa kesalahan. Kami tahu ada hal-hal kecil yang bisa diperbaiki. Jadi, kami mempertahankan semuanya dan bekerja keras untuk itu.”

Sementara itu, Jaime "Cyber" Ramos menjadi pemain paling menonjol di partai final dan diganjar penghargaan SONY MVP. Dalam empat map yang dimainkan, Cyber menghasilkan 53 kill dan hanya 29 kali kehilangan nyawa. Statistik tersebut turut berperan besar dalam keberhasilan FaZe Clan mengamankan gelar.

Setelah menerima penghargaan tersebut, Cyber mengaku sangat bangga dengan pencapaiannya dan berterima kasih kepada orang-orang yang mendukung perjalanan timnya.

“Saya sangat bahagia atas pencapaian ini. Bersama teman-teman, saya sempat bercanda bahwa saya akan merebut penghargaan MVP mereka karena sebelumnya saya sedikit tertinggal. Namun, di final ini saya berhasil tampil cukup baik,” ujar Cyber.

“Saya sangat berterima kasih kepada semuanya, terutama keluarga dan para penggemar, khususnya mereka yang datang jauh-jauh dari Brasil,” tambahnya.

Pada pertandingan perebutan peringkat ketiga, DarkZero berhadapan dengan Geekay Esports. Geekay sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan juara bertahan Team Secret di perempat final. Namun, perjalanan mereka berakhir setelah dikalahkan FaZe Clan di semifinal. DarkZero sendiri melaju hingga laga tersebut setelah hanya mengalami satu kekalahan, yakni dari FURIA di semifinal playoff.

Pertandingan berlangsung dengan format best of three. Geekay mengawali laga dengan kemenangan pada map pertama. DarkZero kemudian membalikkan keadaan setelah memenangi map kedua dengan selisih tipis dan tampil lebih dominan pada map penentuan.

Kemenangan tersebut mengantarkan DarkZero ke posisi ketiga. Hasil ini menjadi peningkatan dibandingkan pencapaian mereka di EWC 2025. Meski demikian, posisi tersebut tetap menyisakan kekecewaan karena DarkZero sebelumnya baru saja memenangkan Salt Lake City Major hanya beberapa pekan sebelum Esports World Cup 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....