Kuaishou Gaming Juara Honor of Kings World Cup EWC 2026

  • 11 Agt 2026 11:26 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kuaishou Gaming sukses mencatat sejarah dengan menjuarai Honor of Kings World Cup pada ajang Esports World Cup (EWC) 2026. Gelar perdana mereka diraih setelah mengalahkan juara bertahan AG.AL dengan skor tipis 4-3 dalam laga final yang berlangsung hingga gim ketujuh.

Sepanjang kompetisi, Kuaishou Gaming tampil sangat konsisten. Mereka melaju ke partai puncak tanpa sekalipun kehilangan satu gim. Tantangan terbesar baru mereka hadapi saat bertemu AG.AL, tim yang datang dengan status juara bertahan dan memberikan perlawanan sengit sejak awal pertandingan.

Kuaishou Gaming lebih dulu mengamankan gim pembuka, tetapi AG.AL mampu terus memberikan respons sehingga skor terus berubah seiring bergantinya pemenang di setiap gim. Situasi semakin menegangkan ketika AG.AL merebut dua kemenangan beruntun dan unggul 3-2, hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelarnya.

Namun, Kuaishou Gaming tidak menyerah. Mereka berhasil merebut gim keenam untuk menyamakan skor menjadi 3-3 sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Pada gim terakhir, kedua tim sempat tampil seimbang, sebelum Kuaishou Gaming memenangkan pertarungan tim penting yang membuka jalan menuju kemenangan dan memastikan gelar juara EWC 2026.

Keberhasilan tersebut sekaligus menghentikan ambisi pemain AG.AL, Xu "YiNuo" Bicheng, yang memburu gelar Esports World Cup ketiga secara beruntun setelah sebelumnya menjadi juara bersama AG.AL pada 2025 dan KPL Dream Team pada 2024.

Pemain Kuaishou Gaming, He "JuHao" Weijia, mengaku perjalanan timnya menuju gelar juara dipenuhi tantangan dan sempat membuat mereka kehilangan rasa percaya diri.

"Saya memiliki begitu banyak hal yang ingin saya sampaikan. Saat masih bertanding di KPL Tiongkok, kami menghadapi banyak rintangan dan pasang surut. Kami sempat kehilangan kepercayaan diri dan keyakinan terhadap diri sendiri. Saya yakin gelar ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berjuang lebih keras. Saya percaya kami memiliki tim, pemain, dan pelatih terbaik. Terima kasih telah memberikan kami kesempatan tampil di Paris."

Sementara itu, rekan setimnya, Zhao "silence" Haoyu, memilih memberikan komentar singkat ketika diminta menanggapi keberhasilan timnya.

"Tidak banyak yang perlu saya katakan. Lihat saja siapa yang berdiri di sini sekarang."

Hal senada disampaikan Zhang "LiuLang" Heng, yang menilai gelar tersebut menjadi bukti bahwa Kuaishou Gaming berhasil bangkit dari masa-masa sulit yang mereka alami di kompetisi domestik.

"Saat masih bertanding di KPL, kami belum menunjukkan kemampuan terbaik. Namun di panggung Esports World Cup, kami berhasil membuktikan kualitas kami. Kami mendapatkan kembali kepercayaan terhadap diri sendiri, tim, dan keluarga kami. Ini menjadi gelar kedua kami pada tahun 2026, dan saya berharap kami bisa meraih gelar ketiga serta keempat."

Berkat penampilan impresif sepanjang turnamen, JuHao juga dinobatkan sebagai SONY Most Valuable Player (MVP) dan memperoleh bonus hadiah sebesar 25.000 dolar Amerika Serikat.

"Selama pertandingan, satu-satunya hal yang saya pikirkan hanyalah bagaimana caranya memenangkan pertandingan. Itu yang paling penting bagi saya."

Sebagai juara, Kuaishou Gaming membawa pulang hadiah utama senilai 600.000 dolar AS. Sementara AG.AL yang finis di posisi kedua memperoleh 360.000 dolar AS serta tambahan 750 poin Club Championship.

Pada pertandingan perebutan posisi ketiga, Geekay Esports asal Malaysia tampil dominan saat mengalahkan sesama wakil negaranya, ROC Esports, dengan skor telak 3-0. Hasil tersebut mengantarkan Geekay Esports meraih hadiah sebesar 280.000 dolar AS serta 500 poin Club Championship.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....