G2 Esports Juara Warzone Resurgence Series EWC 2026 Usai Bangkit dari Kegagalan
- 04 Agt 2026 19:36 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - G2 Esports sukses mengukir kisah kebangkitan dengan menjuarai Call of Duty: Warzone Resurgence Series Championship di ajang Esports World Cup (EWC) 2026. Gelar tersebut diraih setelah mereka tampil konsisten sepanjang Grand Final yang berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir.
Babak Grand Final memainkan 11 pertandingan dengan sistem match point. Persaingan berlangsung sangat sengit karena lima tim berhasil mencapai ambang kemenangan, sehingga penentuan juara baru dipastikan pada gim penutup.
Roster G2 Esports yang dihuni Anthony "Anziety" Moran, Ashton "Bigman" Ezard, dan Aarondeep "Cythe" Dhami menjadi salah satu tim yang paling solid di skena Warzone. Ketiganya telah bermain bersama selama sekitar empat tahun dan memilih mempertahankan susunan pemain meski banyak tim lain kerap melakukan pergantian roster.
Keputusan itu sempat dipertanyakan setelah penampilan mengecewakan di Esports World Cup 2025. Saat itu G2 hanya finis di peringkat ke-17, gagal menembus Grand Final, dan menjadi sasaran kritik dari komunitas.
Memasuki musim 2026, situasi mulai berubah. Setelah resmi bergabung dengan organisasi G2 Esports pada Februari lalu, performa mereka perlahan meningkat. Meski belum selalu tampil dominan sepanjang musim, G2 berhasil mengamankan posisi kedua Grup B dengan koleksi 235,2 poin, sekaligus memastikan tiket ke Grand Final.
Momentum positif berlanjut di partai puncak. G2 membuka kompetisi dengan empat kali berturut-turut finis di tiga besar. Walaupun sempat kehilangan ritme ketika lawan mulai memusatkan perhatian kepada mereka, G2 tetap mampu mencapai match point pada pertandingan ke-10.
Pada gim terakhir, mereka memastikan gelar juara melalui performa luar biasa dengan mencatat 26 eliminasi. Selama 11 pertandingan Grand Final, G2 hanya dua kali berada di luar lima besar dan menjadi tim dengan jumlah eliminasi terbanyak, yakni 150 kill.
Aarondeep "Cythe" Dhami mengatakan keberhasilan tersebut menjadi pembuktian setelah perjalanan panjang yang penuh keraguan dari banyak pihak.
"Saya sudah bermain bersama rekan-rekan setim selama empat tahun. Tahun lalu di EWC kami hampir finis di posisi paling bawah. Sekarang kami berhasil membuktikan semua orang yang meragukan kami salah. Rasanya masih sulit dipercaya, benar-benar luar biasa."
Ia juga mengaku kemenangan itu terasa semakin istimewa karena mampu membungkam kritik yang selama ini diterima timnya.
"Rasanya luar biasa bisa membuktikan para pembenci salah. Kalau ada orang yang membenci Anda, mungkin berarti Anda sedang melakukan sesuatu dengan benar. Saya sangat menghargai semua dukungan yang kami terima."
Rekan setimnya, Ashton "Bigman" Ezard, menyebut gelar tersebut menjadi titik balik setelah musim lalu berada di masa tersulit dalam kariernya.
"Rasanya sangat menyenangkan, terutama jika mengingat apa yang kami alami tahun lalu. Saat itu saya berada di titik terendah, sekarang kami justru menjadi juara. Seolah memang ini cerita yang sudah ditakdirkan."
Meski telah mengangkat trofi, Bigman mengaku dirinya masih belum sepenuhnya menyadari pencapaian tersebut.
"Sampai sekarang rasanya masih belum nyata. Mungkin nanti baru benar-benar terasa. Selama pertandingan tadi saya justru merasa seperti sedang menjalani sesi latihan biasa."
Sementara itu, Anthony "Anziety" Moran dinobatkan sebagai SONY MVP turnamen sekaligus memperoleh bonus hadiah sebesar 25 ribu dolar Amerika Serikat berkat penampilan impresifnya.
"Saya benar-benar kehabisan kata-kata. Saya masih tidak percaya kami bisa memenangkan pertandingan itu. Rasanya luar biasa. Suara saya bahkan habis karena terlalu banyak berteriak. Ini momen yang sangat luar biasa."
Keberhasilan tersebut membuat G2 Esports membawa pulang hadiah utama senilai 250 ribu dolar Amerika Serikat serta tambahan 1.000 poin Club Championship. Namun, peluang mereka untuk bersaing memperebutkan gelar Club Championship secara keseluruhan masih bergantung pada hasil di cabang Call of Duty: Black Ops 7 atau Counter-Strike 2, setelah sebelumnya gagal finis di delapan besar turnamen VALORANT maupun League of Legends.
Di sisi lain, Team Falcons yang sebelumnya dijagokan menjadi juara justru mengakhiri Grand Final di posisi terbawah. Hasil tersebut membuat mereka gagal menambah poin dalam perburuan klasemen Club Championship.
Turnamen ini sekaligus menjadi penutup musim perdana Call of Duty: Warzone Resurgence Series yang sepanjang tahun menggelar dua kompetisi LAN di Birmingham dan Atlanta, disertai sejumlah babak kualifikasi daring sebelum seluruh tim terbaik bertemu di panggung Esports World Cup 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....