LYON Juara Free Fire EWC 2026 Usai Pecahkan Rekor Eliminasi

  • 02 Agt 2026 20:52 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tim LYON memastikan diri sebagai kampiun Free Fire Esports World Cup (EWC) 2026 setelah menuntaskan babak final dengan penampilan dominan. Wakil Amerika Selatan itu mengamankan gelar juara hanya dalam tujuh pertandingan final, sekaligus menyingkirkan sebelas tim pesaing yang tampil pada partai puncak.

Salah satu momen paling mencolok terjadi pada pertandingan kelima ketika LYON mencatatkan 33 eliminasi dan menutup laga dengan Booyah. Catatan tersebut menjadi rekor baru di ajang EWC, melampaui torehan 28 eliminasi yang sebelumnya dibukukan Team Falcons saat menjuarai Free Fire EWC edisi 2024.

Keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang oleh satu pemain. Javier "Joker" Morales memang menjadi penyumbang eliminasi terbanyak dengan 11 poin, tetapi tiga rekannya juga tampil impresif dengan masing-masing menyumbang delapan, sembilan, dan lima eliminasi. Distribusi kontribusi yang merata menjadi salah satu kunci dominasi LYON sepanjang babak final.

Memasuki pertandingan ketujuh, LYON telah mencapai status Champion Rush Point, sehingga hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar. Kesempatan itu dimanfaatkan secara maksimal ketika AG.AL kehilangan kekuatan akibat jumlah pemain yang berkurang, sementara LOUD melakukan serangan yang dinilai kurang tepat pada lingkaran terakhir. Situasi tersebut dimanfaatkan LYON untuk merebut Booyah sekaligus memastikan diri sebagai juara Free Fire EWC 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi kebangkitan luar biasa bagi LYON. Sehari sebelumnya, mereka sempat berada di ambang eliminasi setelah tampil kurang meyakinkan pada fase grup dan harus melanjutkan perjuangan melalui Survival Stage. Saat itu, banyak prediksi menyebut peluang mereka menuju Grand Final sangat kecil.

Namun, skenario justru berubah drastis. LYON tampil sebagai tim terbaik di Survival Stage dengan menempati posisi pertama klasemen, beberapa kali mencapai zona akhir pertandingan, serta mengoleksi satu Booyah. Pada fase tersebut, mereka juga mulai memperlihatkan produktivitas eliminasi yang tinggi, termasuk mencatatkan 25 eliminasi pada gim kesembilan dan 20 eliminasi pada gim kesepuluh.

Walaupun lolos sebagai pemuncak Survival Stage, LYON tetap tidak masuk dalam daftar favorit juara. Perhatian publik lebih banyak tertuju kepada wakil Brasil, seperti LOUD dan Fluxo W7M, yang mendapat dukungan besar dari penonton di Paris. Meski demikian, LYON berhasil membalikkan seluruh prediksi dengan keluar sebagai juara turnamen.

Salah satu pemain dari tim LYON, Benjamín "Gamezking" Pérez. (Foto: EWC 2026)

Usai memastikan gelar, Benjamín "Gamezking" Pérez tampak emosional ketika memberikan pernyataan seusai pertandingan. Dengan suara yang bergetar, ia menyampaikan penghormatan kepada seluruh peserta sebelum seremoni penghancuran kunci simbolis.

"Hari ini adalah hari kami. Setiap tim yang bertanding di sini pantas berada di panggung ini, tetapi hari ini adalah milik kami."

Sebagai bagian dari tradisi penobatan juara, LYON kemudian menghancurkan simbolis kunci milik sebelas tim lawan sebagai penanda keberhasilan mereka menjuarai Free Fire Esports World Cup 2026.

Selain membawa pulang hadiah sebesar 300 ribu dolar Amerika Serikat, kemenangan tersebut juga memastikan LYON memperoleh tiket langsung menuju Free Fire Global Finals 2026.

Di klasemen Club Championship, LYON mengumpulkan 1.000 poin berkat keberhasilan di cabang Free Fire. Meski demikian, peluang klub asal Meksiko tersebut untuk menjadi juara umum Esports World Cup telah tertutup karena hanya berpartisipasi pada dua cabang pertandingan, ditambah hasil kurang memuaskan di kompetisi League of Legends.

Sementara itu, AG.AL, Twisted Minds, Team Falcons, dan sejumlah klub lain juga berhasil menambah perolehan poin Club Championship melalui kompetisi Free Fire, meski hingga saat ini belum ada yang berhasil meraih gelar juara pada cabang lain di Esports World Cup 2026

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....