Impulsive Buying Bukan Self Reward Kenali Perbedaannya
- 21 Jul 2026 09:11 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam -Istilah impulsive buying dan selfreward semakin populer di era digital, terutama di kalangan masyarakat yang aktif berbelanja melalui e-commerce maupun media sosial. Meski sama-sama berkaitan dengan aktivitas membeli barang, keduanya memiliki makna, tujuan, dan dampak yang berbeda. Memahami perbedaannya menjadi penting agar kebiasaan berbelanja tetap sehat dan tidak mengganggu kondisi keuangan.
Secara sederhana, impulsive buying adalah perilaku membeli barang secara spontan tanpa perencanaan dan lebih didorong oleh emosi sesaat. Seseorang yang melakukan pembelian impulsif umumnya tidak mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Keputusan membeli sering kali dipicu oleh diskon besar, promo terbatas, gratis ongkos kirim, atau rasa takut tertinggal tren (fear of missing out atau FOMO).
Sementara itu, selfreward merupakan bentuk penghargaan kepada diri sendiri setelah berhasil mencapai target, menyelesaikan pekerjaan, atau melewati tantangan tertentu. Pembelian dilakukan secara sadar, direncanakan, dan disesuaikan dengan kemampuan finansial sehingga tidak menimbulkan beban ekonomi.
Psikolog menjelaskan bahwa selfreward dapat memberikan manfaat positif apabila dilakukan secara proporsional. Memberikan apresiasi kepada diri sendiri dapat meningkatkan motivasi, rasa percaya diri, serta membantu menjaga kesehatan mental setelah melalui aktivitas yang melelahkan. Namun, selfreward tetap perlu dibatasi agar tidak berubah menjadi perilaku konsumtif.
Perbedaan paling mendasar antara keduanya terletak pada tujuan dan proses pengambilan keputusan. Impulsive buying lebih mengedepankan dorongan emosional dan keputusan yang terburu-buru, sedangkan selfreward dilakukan dengan pertimbangan yang matang sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tertentu.
Pada akhirnya, membeli sesuatu bukanlah hal yang keliru. Yang terpenting adalah memastikan setiap keputusan dilakukan secara sadar, sesuai kebutuhan dan kemampuan, sehingga aktivitas berbelanja benar-benar memberikan manfaat, bukan justru menjadi sumber penyesalan di kemudian hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....