Ubisoft Resmi Luncurkan Assassin's Creed Black Flag Resynced
- 10 Jul 2026 14:15 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pengembang gim asal Prancis, Ubisoft, resmi memperkenalkan Assassin's Creed Black Flag Resynced, remake pertama dalam sejarah seri Assassin's Creed. Proyek ini dipimpin oleh Ubisoft Singapore dengan dukungan dari 14 studio Ubisoft lainnya di berbagai negara.
Game ini merupakan versi baru dari Assassin's Creed IV: Black Flag yang pertama kali dirilis pada 2013. Pemain kembali diajak menjelajahi Laut Karibia pada awal abad ke-18 sebagai bajak laut sekaligus pembunuh bayaran, Edward Kenway, dalam petualangan bertema perompak.
Remake tersebut kini telah tersedia dan dibangun menggunakan mesin gim terbaru Ubisoft. Teknologi baru ini menghadirkan kualitas visual yang lebih realistis, mulai dari sistem cuaca yang dinamis hingga efek ombak yang lebih hidup. Ubisoft juga memperbarui mekanisme permainan dengan menghadirkan fitur jongkok dan bersembunyi yang sebelumnya tidak tersedia, sistem pertarungan yang lebih modern, serta tambahan elemen cerita.
"Black Flag memiliki tempat yang sangat istimewa di hati banyak pemain di seluruh dunia, sekaligus menjadi bagian penting dari sejarah Ubisoft Singapore," ujar produser utama gim tersebut, Justin Ng, saat peluncuran pada Kamis (9 Juli).
"Tujuan kami bukan hanya mempertahankan hal-hal yang membuat gim aslinya begitu berkesan, tetapi juga meningkatkannya dengan teknologi, keahlian, dan standar yang diharapkan pemain saat ini."
Remake ini menjadi gim pertama dalam waralaba Assassin's Creed yang dipimpin oleh studio Ubisoft di Asia. Sebelumnya, proyek-proyek utama seri tersebut dipimpin oleh studio Ubisoft di Kanada dan Prancis.
Peluncuran gim di kantor Ubisoft Singapore pun dipenuhi rasa bangga. Lebih dari 85 persen karyawan studio tersebut merupakan warga negara Singapura atau penduduk tetap. Mereka bahkan menampilkan berbagai aset buatan tangan yang terinspirasi dari gim, termasuk rajutan berbentuk hewan laut.
Sejak berdiri pada 2008, Ubisoft Singapore memang telah terlibat dalam pengembangan seri Assassin's Creed, dimulai sejak Assassin's Creed III.
Studio tersebut juga berperan dalam pengembangan sistem pertarungan laut dan simulasi fisika air pada Assassin's Creed IV: Black Flag, sebelum mengerjakan proyek Skull and Bones yang dirilis pada 2024.
Bagi pemain yang jeli, remake terbaru ini juga menyisipkan sejumlah elemen khas Singapura, seperti buah durian, peta Singapura, hingga ornamen kepala kapal berbentuk Merlion yang berada di bangkai kapal tenggelam.
Meski berstatus remake, Ubisoft menegaskan bahwa Assassin's Creed Black Flag Resynced tidak sekadar memperbarui tampilan visual. Seluruh gim dibangun kembali dari awal, termasuk animasi baru, rekaman suara, hingga desain level.
Meski begitu, Ubisoft tetap mempertahankan kualitas akting suara dari versi orisinal. Para pengisi suara lama juga kembali dilibatkan untuk merekam dialog tambahan bagi konten lama maupun baru.
Dengan penggunaan mesin gim terbaru, Ubisoft Singapore harus mengembangkan ulang berbagai aspek, mulai dari gerakan pertarungan, sistem audio tiga dimensi agar pengalaman bermain lebih imersif, hingga penyesuaian peta agar mendukung mekanisme permainan terbaru dan lingkungan yang lebih interaktif.
"Hampir seluruh elemen harus kami bangun kembali dari awal karena mesin gim Anvil telah berkembang sangat jauh dibandingkan saat gim asli dibuat. Kami harus menciptakan ulang berbagai fitur dan sistem permainan dari versi orisinal, lalu menyempurnakan dan memodernisasinya, sekaligus menambahkan fitur-fitur baru yang terinspirasi dari seri Assassin's Creed terbaru dan menyesuaikannya dengan Assassin's Creed Black Flag Resynced," kata direktur konten, Terry Han.
"Semua misi harus dibuat kembali dari awal, begitu juga berbagai aset properti, yang sebagian besar kini dapat dihancurkan dan memiliki kualitas visual yang jauh lebih baik."
Sejumlah anggota tim yang mengerjakan Assassin's Creed IV: Black Flag versi 2013 juga kembali bergabung dalam proyek remake ini.
Salah satunya adalah direktur audio Erik-Jon Evangelista, yang pada gim orisinal merekam sendiri suara Edward Kenway saat tenggelam dengan cara menyelam berulang kali ke dalam air. Untuk remake ini, ia memutuskan tetap menggunakan rekaman suara lamanya.
"Tidak mudah merekam suara Edward saat tenggelam karena kami tidak bisa membuka mulut di dalam air yang sangat dingin. Prosesnya sangat melelahkan karena saya hanya mampu melakukan tiga kali percobaan sebelum kehabisan napas," kenang Evangelista.
"Bisa kembali mengerjakan proyek ini adalah sebuah kehormatan. Banyak orang bertanya apa yang baru dan apa yang berubah. Nah, ada satu hal yang tidak saya ubah. Sebagai sutradara audio, saya ingin mempertahankan suara saya sendiri. Jadi ketika karakter tenggelam, suara yang kalian dengar itu adalah suara saya."
Sementara itu, sutradara gim Richard Knight mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menghadirkan kembali Black Flag sebagai gim Assassin's Creed modern di tahun 2026.
"Sebagai studio utama, Ubisoft Singapore bertanggung jawab atas keseluruhan visi kreatif dan pelaksanaan proyek ini. Kami juga bekerja sama dengan 14 studio Ubisoft lainnya di seluruh dunia untuk mewujudkan hasil akhirnya," kata Knight.
"Sebagai studio utama, kami harus mengoordinasikan seluruh proses pengembangan global dan terlibat hampir di setiap aspek. Pengalaman bekerja sama dengan begitu banyak ahli di Ubisoft untuk memecahkan berbagai tantangan dan memastikan seluruh fitur menyatu dengan baik benar-benar luar biasa."
Assassin's Creed Black Flag Resynced dipasarkan dengan harga US$59,99 dan sudah dapat dimainkan mulai sekarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....