ENC 2026 Gelar Kualifikasi Counter-Strike 2 Terbesar di Dunia

  • 02 Jul 2026 01:51 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Esports Foundation (EF) menghadirkan sistem kualifikasi terbesar yang pernah diterapkan dalam sejarah kompetitif Counter-Strike 2 (CS2) untuk Esports Nations Cup (ENC) 2026. Sebanyak 96 turnamen nasional akan digelar di 96 negara dan teritori, melibatkan lebih dari 15.000 pemain yang memperebutkan kesempatan tampil di putaran final di Riyadh, Arab Saudi.

ENC 2026, yang menjadi edisi perdana kompetisi esports antarnegara, akan berlangsung pada 2–29 November 2026. Khusus cabang Counter-Strike 2, babak final dijadwalkan berlangsung pada 10–15 November.

Tidak seperti sejumlah cabang lain yang memberikan undangan langsung, seluruh peserta Counter-Strike 2 diwajibkan melalui jalur kompetisi. Penentuan wakil setiap negara sepenuhnya bergantung pada hasil pertandingan dan peringkat yang diperoleh selama proses kualifikasi.

Setiap negara atau teritori akan menggelar turnamen terbuka yang diikuti 32 hingga 64 tim, dengan kuota peserta disesuaikan berdasarkan jumlah penduduk. Hanya beberapa negara dengan populasi terbesar yang memperoleh kuota maksimal 64 tim.

Model tersebut membuat jalur menuju ENC 2026 menjadi salah satu sistem seleksi paling terbuka yang pernah diterapkan di Counter-Strike. Mulai dari pemain amatir hingga tim profesional memiliki kesempatan yang sama untuk melaju ke tingkat internasional melalui jalur prestasi.

Juara dari masing-masing kualifikasi nasional akan melanjutkan perjuangan ke babak kualifikasi regional. Dari sana, mereka akan bersaing memperebutkan 24 tiket menuju putaran final Counter-Strike 2 ENC 2026.

Penyelenggara memperkirakan lebih dari 15.000 pemain akan berpartisipasi pada babak kualifikasi nasional yang berlangsung 6–16 Juli 2026, sebelum dilanjutkan ke kualifikasi regional pada 17–19 Juli 2026.

Negara dan teritori yang berhak menggelar kualifikasi nasional dipilih berdasarkan ENC Rankings, dengan pembagian wilayah sebagai berikut:

  • Eropa Barat (4 slot ENC): Denmark, Prancis, Swedia, Britania Raya, Jerman, Spanyol, Finlandia, Portugal, Belgia, Norwegia, Belanda, Irlandia, Swiss, Luksemburg, Islandia, dan Italia.

  • Eropa Timur (4 slot ENC): Ukraina, Israel, Polandia, Lithuania, Rumania, Kosovo, Republik Ceko, Bulgaria, Hungaria, Latvia, Estonia, Slovakia, Makedonia Utara, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, serta Kroasia.

  • Amerika Utara (3 slot ENC): Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Guatemala, Panama, Republik Dominika, Kosta Rika, dan Puerto Riko.

  • Amerika Selatan (3 slot ENC): Brasil, Argentina, Uruguay, Cile, Peru, Kolombia, Venezuela, dan Paraguay.

  • Timur Tengah & Asia Tengah (3 slot ENC): Turki, Kazakhstan, Uzbekistan, Lebanon, Azerbaijan, Georgia, Irak, Palestina, Uni Emirat Arab, Turkmenistan, Kirgizstan, Iran, Tajikistan, Arab Saudi, Yordania, dan Armenia.

  • Afrika Utara (1 slot ENC): Aljazair, Tunisia, Maroko, dan Mesir.

  • Afrika Sub-Sahara (1 slot ENC): Afrika Selatan, Mauritius, Senegal, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Ghana, dan Angola.

  • Asia Selatan & Asia Timur (2 slot ENC): Mongolia, Republik Rakyat Tiongkok, Pakistan, India, Korea Selatan, Hong Kong Tiongkok, Chinese Taipei, dan Jepang.

  • Asia Tenggara (2 slot ENC): Thailand, Singapura, Indonesia, Vietnam, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam.

  • Oseania (1 slot ENC): Australia, Selandia Baru, Guam, dan Fiji.

Peta persaingan diperkirakan akan sangat menarik di hampir seluruh kawasan. Eropa Barat masih menjadi wilayah dengan sejarah panjang di Counter-Strike berkat dominasi Swedia pada era awal CS:GO, kejayaan Astralis yang membawa Denmark menguasai dunia, hingga keberlanjutan prestasi pemain-pemain Prancis seperti ZywOo dan apEX.

Persaingan ketat juga diprediksi terjadi di Eropa Timur, terutama pada kualifikasi Ukraina dan Israel yang saat ini memiliki banyak pemain aktif di level tertinggi Counter-Strike 2. Di Amerika Selatan, Brasil masih menjadi kekuatan utama, namun Argentina mulai menunjukkan perkembangan yang membuat persaingan semakin terbuka. Sementara itu, rivalitas Amerika Serikat dan Kanada diperkirakan kembali menjadi sorotan di kawasan Amerika Utara.

Sebagai gambaran kekuatan tim nasional, penyelenggara menyinggung final Esports World Cup (EWC) 2025 yang mempertemukan Aurora, dengan roster seluruhnya berasal dari Turki, melawan The MongolZ, yang seluruh pemainnya berasal dari Mongolia. Gelar juara akhirnya menjadi milik The MongolZ setelah berhasil meraih trofi tingkat satu pertama dalam sejarah mereka.

Walaupun format di ENC tidak memperbolehkan satu klub tampil secara utuh dan seluruh pemain harus lolos melalui seleksi nasional, Turki dan Mongolia tetap diprediksi menjadi dua negara yang memiliki peluang besar untuk menembus putaran final berkat kedalaman talenta Counter-Strike yang mereka miliki.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....