Sempat Dianggap Tidak Penting, Penyebab Kucing Berwarna Oren Terkuak !
- 20 Apr 2025 17:30 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Kucing oranye / Kucing Oren ternyata memiliki bagian DNA yang hilang di tempat yang sebelumnya dianggap “tidak penting”. Bagian ini tidak membuat protein, tapi rupanya punya peran besar dalam mengatur gen lain.
Dilansir dari kompas Sains, ahli genetika dari Stanford University, Greg Bash mengungkapkan bahwa ini adalah misteri yang membingungkan selama 60 tahun terakhir. Ia dan timnya menemukan bahwa sel kulit pada kucing yang memiliki bulu oranye mengekspresikan RNA dari gen bernama Arhgap36 hingga 13 kali lebih banyak dibandingkan dengan sel kulit dari kucing tanpa bulu oranye.
Para peneliti awalnya menduga bahwa mutasi terjadi pada bagian pengode protein dari gen ini. Namun ternyata, penyebab utamanya adalah bagian di depan gen tersebut yang mengalami penghapusan (deletion) sepanjang 5 kilobase (5.000 pasangan basa), yang pada akhirnya mempengaruhi cara gen tersebut diekspresikan.
Temuan dari tim Stanford ternyata sejalan dengan hasil penelitian dari Jepang yang dipimpin oleh Hidehiro Toh dari Universitas Kyushu. Mereka juga menemukan bahwa gen Arhgap36 membuat pigmen gelap berubah menjadi pigmen kuning hingga kemerahan—itulah yang membuat bulu kucing jadi jingga menyala.
Akhir dari Misteri Lama Penemuan ini menunjukkan betapa bagian kecil DNA yang tadinya dianggap “tidak penting” ternyata bisa punya dampak besar pada penampilan hewan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....