Cara Membedakan DOMS Dan Cedera Otot Pasca Olahraga
- 06 Feb 2025 19:38 WIB
- Batam
KBRN, Batam : Membedakan antara DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness) dan cedera otot memang penting, karena keduanya memiliki gejala yang mirip, namun penanganannya sangat berbeda. Berikut adalah cara untuk membedakan keduanya:
1. Waktu Munculnya Nyeri:
- DOMS: Nyeri biasanya mulai terasa 12-24 jam setelah latihan dan puncaknya bisa terjadi sekitar 48 jam setelah latihan. Nyeri ini muncul bertahap, tidak langsung terasa selama atau setelah latihan.
- Cedera: Nyeri akibat cedera biasanya terasa segera atau langsung setelah cedera terjadi. Misalnya, saat kamu terjatuh atau melakukan gerakan yang salah. Jika kamu merasa sakit langsung saat latihan, kemungkinan itu adalah cedera.
2. Lokasi Nyeri:
- DOMS: Nyeri terjadi di seluruh otot yang terlibat dalam latihan, biasanya menyebar merata di area yang digunakan. Misalnya, jika kamu melakukan squat, seluruh paha dan bokong mungkin terasa sakit, tapi rasa sakit ini lebih seperti sensasi kaku atau pegal.
- Cedera: Nyeri cedera lebih terfokus pada satu titik tertentu dan bisa sangat tajam atau menusuk. Biasanya terasa di tempat yang terjadi trauma langsung, seperti pergelangan kaki, lutut, atau punggung bawah.
3. Jenis Nyeri:
- DOMS: Biasanya, nyeri pada DOMS terasa seperti pegal, kaku, dan bisa berlanjut dengan rasa sakit ringan hingga sedang. Otot terasa terkendala saat digerakkan, tetapi tidak ada rasa sakit yang tajam.
- Cedera: Nyeri akibat cedera biasanya lebih tajam, menusuk, atau terasa seperti robekan. Jika otot, sendi, atau ligamen terasa sangat sakit ketika digerakkan atau ditekan, kemungkinan itu adalah cedera. Bisa juga disertai dengan bengkak atau memar.
4. Kemampuan untuk Bergerak:
- DOMS: Meskipun otot terasa kaku dan nyeri, kamu masih bisa menggerakkan otot atau sendi tersebut meskipun dengan sedikit rasa sakit. Nyeri pada DOMS cenderung berkurang saat otot mulai dipanaskan atau saat aktivitas ringan dilakukan.
- Cedera: Jika kamu mengalami cedera, ada kemungkinan besar kamu merasa terbatas atau bahkan tidak bisa bergerak secara normal karena rasa sakit yang tajam atau intens. Beberapa cedera dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk bergerak pada area yang cedera.
5. Pembengkakan dan Memar:
- DOMS: Tidak ada pembengkakan atau memar yang terlihat. Meskipun ada rasa nyeri, tidak ada perubahan pada tampilan fisik kulit atau area otot yang terlibat.
- Cedera: Pada cedera, terutama yang melibatkan ligamen, tendon, atau otot robek, kamu mungkin akan melihat pembengkakan, memar, atau bahkan deformitas pada area yang cedera. Ini adalah tanda peradangan atau trauma yang lebih serius.
6. Reaksi Setelah Istirahat:
- DOMS: Setelah beberapa hari istirahat, nyeri DOMS akan berkurang secara bertahap. Latihan ringan atau peregangan bisa membantu mengurangi nyeri ini.
- Cedera: Jika cedera, meskipun setelah beberapa hari istirahat, rasa sakit atau gejala lainnya tidak mereda atau malah semakin parah, itu bisa menjadi tanda adanya cedera yang lebih serius yang memerlukan perawatan medis.
7. Reaksi Terhadap Pemanasan atau Aktivitas Ringan:
- DOMS: Pemanasan ringan atau aktivitas fisik ringan cenderung meringankan rasa sakit akibat DOMS, karena meningkatkan sirkulasi darah ke otot yang sakit.
- Cedera: Pemanasan atau aktivitas ringan cenderung memperburuk rasa sakit pada cedera otot atau sendi, karena ada kerusakan struktural yang perlu waktu untuk pulih.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Tidak Pasti?
- Jika kamu merasa ragu apakah itu hanya DOMS atau cedera, istirahatkan tubuh dan hindari aktivitas intens yang bisa memperburuk kondisi. Jika rasa sakit atau gejalanya tidak mereda dalam beberapa hari atau malah semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
DOMS adalah bagian normal dari proses adaptasi tubuh setelah latihan, sementara cedera memerlukan perhatian medis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....