Mengenang Majalah Bacaan Anak yang Populer di Era 90-an

  • 30 Sep 2026 18:02 WIB
  •  Batam


RRI.CO.ID, Batam - Bagi anak-anak yang tumbuh pada era 1990-an, majalah anak bukan sekadar bacaan. Sebelum internet dan gawai menjadi bagian dari keseharian, majalah menjadi salah satu cara untuk mendapatkan hiburan, pengetahuan, cerita, hingga berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di rumah. Membeli majalah baru sering menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Salah satu yang paling dikenal adalah Bobo. Majalah ini menghadirkan cerita, pengetahuan umum, permainan, teka-teki, hingga tokoh-tokoh yang begitu lekat dengan masa kecil pembacanya. Cerita keluarga Bobo dan kawan-kawannya membuat majalah ini memiliki tempat tersendiri bagi anak-anak Indonesia pada masa itu.

Selain Bobo, ada pula Majalah Ananda yang menyajikan bacaan untuk anak dengan berbagai cerita dan informasi ringan. Kehadirannya ikut mewarnai pilihan bacaan anak pada era ketika toko buku dan kios majalah menjadi tempat yang cukup sering didatangi keluarga.

Ada juga Mentari, yang dikenal sebagai salah satu majalah anak dan remaja yang menghadirkan cerita, pengetahuan, serta berbagai materi yang dekat dengan kehidupan pembacanya. Majalah seperti ini membuat anak-anak tidak hanya membaca cerita, tetapi juga menemukan informasi baru melalui halaman-halamannya.

Untuk pembaca yang mulai beranjak remaja, Kawanku menjadi salah satu majalah yang cukup populer. Isinya lebih banyak menyentuh dunia remaja, mulai dari musik, gaya hidup, tokoh idola, hingga berbagai cerita yang dianggap dekat dengan kehidupan pembacanya.

Majalah anak era 90-an juga tidak selalu berisi tulisan panjang. Banyak di antaranya menyisipkan komik, teka-teki silang, kuis, gambar untuk diwarnai, hingga permainan sederhana. Tidak jarang halaman tertentu dipotong atau disimpan karena berisi permainan dan aktivitas yang bisa dikerjakan bersama teman atau keluarga.

Menariknya, majalah pada masa itu juga menjadi bagian dari budaya mengoleksi. Anak-anak biasanya menyimpan majalah yang sudah dibaca di rak atau kardus. Ketika edisi baru datang, majalah lama tidak selalu dibuang. Beberapa bahkan dibaca berulang kali karena belum banyak pilihan hiburan seperti sekarang.

Kini, kebiasaan membaca majalah cetak memang semakin jarang ditemukan di kalangan anak-anak. Namun bagi generasi 90-an, nama-nama seperti Bobo, Ananda, Mentari, dan Kawanku masih bisa membangkitkan kenangan tentang masa kecil, ketika sebuah majalah baru bisa menjadi hiburan sederhana yang terasa begitu menyenangkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....