Ed Sheeran Buka Suara soal Gaza
- 22 Sep 2026 09:50 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Penyanyi Inggris Ed Sheeran akhirnya berbicara terbuka mengenai situasi Israel-Palestina setelah kontroversi pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian konser The Loop Tour. Dalam konsernya di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Pennsylvania, Sabtu, 19 September 2026, Sheeran menyebut serangan 7 Oktober 2023 di Israel sebagai sesuatu yang mengerikan, sekaligus menggambarkan kondisi di Gaza sebagai bencana yang menurutnya tidak dapat dibenarkan dan tidak proporsional. Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Sheeran mengatakan dirinya ingin menjaga konser sebagai ruang yang tidak berfokus pada politik.
Sheeran mengatakan selama ini dirinya memilih untuk tidak banyak membicarakan persoalan politik karena ingin musik menjadi ruang yang menyatukan orang dari berbagai latar belakang. Namun, dalam kesempatan tersebut ia mengaku tidak bisa mengabaikan persoalan kemanusiaan yang sedang berlangsung. Ia juga menyinggung kehancuran serta korban sipil, termasuk anak-anak, dan menyatakan keprihatinannya terhadap apa yang ia sebut sebagai ketidakadilan sistemik di Tepi Barat. Reuters melaporkan Sheeran mengatakan dirinya telah berbicara dengan berbagai pihak dan lebih banyak memilih mendengarkan serta mempelajari persoalan tersebut sebelum menyampaikan pandangannya.
Pernyataan itu disampaikan beberapa hari setelah kontroversi besar dalam The Loop Tour. Macklemore sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu penampil pembuka dalam sejumlah konser tur Sheeran di Amerika Utara. Namun, rapper asal Amerika Serikat tersebut kemudian dikeluarkan dari sisa rangkaian tur setelah menyampaikan dukungan terhadap Palestina dan meneriakkan “Free Palestine” dalam penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September. Menurut promotor Messina Touring Group, keputusan tersebut diambil setelah sejumlah pemilik atau pengelola venue menyatakan tidak akan menggelar konser apabila Macklemore tetap berada dalam jajaran penampil.
Macklemore kemudian mengaitkan pencoretan tersebut dengan sikapnya terhadap Palestina dan menyebut adanya tekanan dari pihak-pihak yang menentang pernyataannya. Salah satu nama yang disebut Macklemore adalah Robert Kraft, pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium. Klaim tersebut merupakan pernyataan dari Macklemore dan telah menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai tekanan terhadap musisi yang menyuarakan isu Palestina. Kraft sendiri membantah tuduhan tersebut dan menyatakan komitmennya dalam memerangi antisemitisme.
Sebelum akhirnya berbicara di Philadelphia, Sheeran sempat menjelaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya secara pribadi. Dalam pernyataan sebelumnya, ia mengatakan keputusan tersebut merupakan keputusan promotor dan venue. Sheeran juga menyampaikan bahwa dirinya ingin konser tetap menjadi ruang yang aman bagi para penggemar. Namun, perkembangan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai posisi seorang musisi ketika persoalan politik dan kemanusiaan masuk ke dalam ruang pertunjukan.
Kontroversi semakin besar setelah sejumlah penampil lain memilih meninggalkan tur. Finneas O'Connell, Lukas Graham, Aaron Rowe, serta anggota band pengiring Beoga mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore. Keputusan tersebut membuat kontroversi yang awalnya berpusat pada satu penampil berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai kebebasan berekspresi, posisi industri hiburan terhadap isu politik, serta apakah panggung musik dapat benar-benar dipisahkan dari persoalan kemanusiaan.
Dalam konser Philadelphia tersebut, Sheeran juga meminta maaf atas bagaimana kontroversi itu berkembang. Ia mengakui bahwa dirinya harus mengambil keputusan sulit dan menyebut dirinya melakukan kesalahan. Di saat yang sama, ia kembali menegaskan keinginannya agar konser tetap menjadi ruang yang aman dan menyatukan orang. Pernyataan tersebut menjadi perubahan penting dibandingkan sikap awalnya yang lebih memilih tidak membawa persoalan politik ke dalam konser.
Bagi publik yang mengikuti isu Palestina, pernyataan Sheeran mengenai kondisi Gaza menjadi bagian penting dari perkembangan kontroversi ini. Sikap tersebut tidak menghapus perdebatan mengenai pencoretan Macklemore dari tur, tetapi menunjukkan bahwa Sheeran kini secara terbuka mengakui penderitaan yang terjadi di Gaza sekaligus mengecam serangan 7 Oktober terhadap Israel. Reuters dan Associated Press sama-sama menempatkan pernyataan tersebut sebagai respons langsung Sheeran terhadap kontroversi yang muncul di sepanjang tur Amerika Utara.
Kontroversi The Loop Tour pada akhirnya berkembang jauh melampaui persoalan jadwal konser. Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana sikap musisi terhadap isu Israel-Palestina dapat berdampak pada panggung, kerja sama profesional dan respons publik. Setelah sebelumnya memilih menjaga konser dari perdebatan politik, Ed Sheeran kini telah menyampaikan pandangannya secara terbuka mengenai penderitaan di Gaza dan pentingnya melihat persoalan tersebut dari sisi kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....