Film Pasukan 1000 Janda Angkat Kisah Malahayati
- 22 Sep 2026 09:47 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Rumah produksi Manara Films resmi memperkenalkan film drama sejarah terbaru berjudul Pasukan 1000 Janda melalui perilisan teaser trailer dan teaser poster. Film yang ditulis sekaligus disutradarai Archie Hekagery ini mengangkat kisah perjuangan perempuan-perempuan Aceh yang tergabung dalam pasukan Inong Balee di bawah kepemimpinan Laksamana Malahayati. Mengusung genre historical fantasy action, film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Dalam film ini, Atiqah Hasiholan dipercaya memerankan Laksamana Malahayati. Cerita berfokus pada perempuan-perempuan Aceh yang kehilangan suami dalam peperangan, tetapi kemudian memilih bangkit dan mengambil peran di garis depan. Di bawah kepemimpinan Malahayati, mereka digambarkan menyusun strategi untuk menghadapi kekuatan penjajah dan melumpuhkan armada perang Belanda. Sutradara Archie Hekagery menyebut film ini sebagai upaya menghadirkan sejarah Indonesia melalui pendekatan action spectacle, sehingga kisah sejarah tidak disajikan dalam bentuk biografi yang kaku.
Dari sisi produksi, proyek ini digarap Manara Films dengan Yuda Wirafianto sebagai produser. Archie Hekagery menangani dua posisi sekaligus sebagai penulis dan sutradara. Proses produksi sendiri telah dimulai sejak awal 2026. Untuk membangun dunia peperangan yang menjadi bagian penting cerita, produksi memanfaatkan properti kapal laut serta teknologi efek visual, termasuk green screen, terutama untuk membantu menghadirkan adegan pertempuran di laut. Pendekatan tersebut digunakan untuk memadukan latar sejarah dengan kebutuhan film aksi berskala besar.
Selain Atiqah Hasiholan, jajaran pemain film ini terdiri dari Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Syaura Salsabila, Cut Mini, Ully Triani, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, Dafina Jamasir, Vincent Verhaag, serta Ron Smoorenburg. Beberapa pemeran juga disebut mendapatkan karakter yang berkaitan dengan konflik utama film. Cut Mini memerankan Maisaroh, Ully Triani sebagai Farida, Fergie Brittany sebagai Salwa, sedangkan Tasha Siahaan berperan sebagai Dahlia. Emil Kusumo dan Hans de Kraker juga terlibat, dengan Hans de Kraker memerankan karakter Pieter. Ron Smoorenburg, aktor asal Belanda yang pernah tampil dalam film Who Am I? bersama Jackie Chan, turut memperkuat jajaran pemain internasional.
Kehadiran Atiqah sebagai Malahayati menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Dalam keterangannya, Atiqah melihat karakter Malahayati bukan hanya sebagai seorang laksamana dan pejuang, tetapi juga sebagai perempuan dan istri. Perspektif tersebut kemudian menjadi bagian dari pendekatan film dalam menggambarkan kepemimpinan, keberanian dan kemandirian perempuan. Bagi Atiqah, memerankan tokoh penting dalam sejarah Aceh merupakan kesempatan yang membanggakan sekaligus sebuah tanggung jawab.
Secara historis, sosok yang diangkat film ini merujuk pada Keumalahayati atau yang lebih dikenal sebagai Laksamana Malahayati, tokoh dari Kesultanan Aceh yang dikenal sebagai pemimpin armada perempuan Inong Balee. Catatan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut Malahayati membentuk armada yang terdiri dari para perempuan yang suaminya gugur dalam perang. Armada tersebut dikenal sebagai Inong Balee dan bermarkas di kawasan Teluk Krueng Raya, Aceh. Catatan sejarah mengenai jumlah pasukannya berbeda-beda dalam sejumlah sumber, sehingga angka “1.000” pada judul film tidak sebaiknya langsung diperlakukan sebagai angka historis yang pasti.
Salah satu peristiwa paling terkenal dalam catatan sejarah Malahayati terjadi pada 11 September 1599, ketika ia berhadapan dengan Cornelis de Houtman. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen mencatat adanya duel satu lawan satu di atas geladak kapal yang berujung pada tewasnya Cornelis de Houtman. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting yang membuat nama Malahayati dikenang sebagai pemimpin militer perempuan dari Kesultanan Aceh.
Catatan pemerintah juga menunjukkan bahwa peran Malahayati tidak sebatas memimpin pasukan di medan perang. Ia pernah menduduki sejumlah posisi penting dalam pemerintahan dan pertahanan Kesultanan Aceh. Dokumentasi Kemendikdasmen menyebut Malahayati memiliki pengalaman sebagai bagian dari pengawal istana dan memiliki tanggung jawab dalam urusan militer serta hubungan luar negeri. Sementara itu, keberadaan Benteng Inong Balee di kawasan Lamreh, Aceh Besar, menjadi salah satu jejak fisik yang berkaitan dengan sejarah pasukan perempuan tersebut.
Dengan menggabungkan kisah sejarah, peperangan dan unsur fantasi, Pasukan 1000 Janda tidak dimaksudkan sebagai dokumenter sejarah, melainkan film historical fantasy action yang terinspirasi dari tokoh dan peristiwa masa lalu. Pendekatan tersebut memberi ruang bagi pembuat film untuk mengembangkan konflik dan adegan aksi sekaligus tetap mengambil pijakan dari kisah Malahayati dan Inong Balee. Film ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....