Varietas Padi yang Umum di Konsumsi di Indonesia

  • 29 Agt 2026 08:35 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Sebagai negara agraris dengan tingkat konsumsi beras yang sangat tinggi, Indonesia memiliki beragam varietas padi yang ditanam di berbagai wilayah persawahan. Beras tidak hanya berfungsi sebagai makanan pokok utama bagi mayoritas penduduk, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pangan nasional. Untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, pemerintah bersama lembaga riset pertanian dan para petani secara konsisten mengandalkan jenis-jenis padi unggul yang memiliki daya tahan tinggi dan produktivitas melimpah.

Di antara berbagai jenis yang ada, varietas IR64 dan Ciherang merupakan dua jenis padi paling legendaris dan paling luas ditanam di Nusantara. IR64, yang mulai populer sejak era 1980-an, dikenal dengan tekstur nasi yang pulen dan umur tanaman yang relatif singkat. Sementara itu, Ciherang hadir sebagai varietas turunannya yang sangat tangguh terhadap ancaman hama wereng batang cokelat serta mampu menghasilkan panen berkisar 6 hingga 8,5 ton per hektar. Kepopuleran kedua varietas ini menjadikannya tolok ukur standar cita rasa beras yang disukai mayoritas masyarakat.

Selain varietas klasik tersebut, jenis Mekongga dan kelompok Inpari (Inbrida Padi Sawah Irigasi) kini menjadi andalan utama para petani modern di berbagai daerah. Varietas Mekongga sangat disukai karena memiliki batang tanaman yang kokoh sehingga tidak mudah rebah saat diterpa angin kencang atau hujan deras. Di sisi lain, seri padi Inpari, seperti Inpari 32 dan Inpari 42 terus dipopulerkan karena dirancang memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit hawar daun bakteri dan adaptif terhadap perubahan lingkungan persawahan.

Indonesia juga memiliki jenis padi aromatik dan varietas lokal unggulan yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran, seperti Pandan Wangi dan Sintanur. Padi Pandan Wangi dari daerah Cianjur, misalnya, sangat terkenal karena aroma harum pandan yang alami serta tekstur nasinya yang sangat lembut. Meskipun masa tanam dan proses perawatannya membutuhkan perhatian lebih ekstra dibandingkan varietas umum, beras aromatik ini selalu mendapat permintaan tinggi dari konsumen pasaran menengah ke atas.

Inovasi dan pemuliaan varietas padi di Indonesia terus berjalan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global serta dinamika hama tanaman. Riset pertanian nasional kini semakin difokuskan pada pengembangan bibit yang hemat air, tahan kekeringan, serta kaya akan nutrisi. Melalui kombinasi pemanfaatan varietas unggul nasional dan pelestarian varietas lokal, sektor pertanian Indonesia diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan beras sekaligus mewujudkan kemandirian pangan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....