Formula Adiktif Dracin walau Mudah Ditebak

  • 25 Agt 2026 11:19 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Layar gawai masyarakat Indonesia belakangan ini diwarnai oleh pergeseran tren hiburan digital yang cukup menarik. Jika sebelumnya gelombang budaya pop didominasi oleh konten asal Korea Selatan, kini drama China (Dracin) sukses mencuri panggung utama dan menjelma menjadi kegemaran baru lintas kalangan di tanah air. Fenomena ini bukan lagi sekadar tren musiman, melainkan bentuk kecanduan massal baru yang mengubah pola konsumsi media harian masyarakat, mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, pengemudi ojek online, hingga para bapak-bapak.

Kesuksesan penetrasi Dracin di Indonesia tidak lepas dari strategi distribusi digital yang sangat agresif serta kemudahan akses melalui berbagai platform streaming global seperti iQIYI dan WeTV. Selain menyediakan serial berdurasi normal dengan kualitas produksi kelas atas, industri hiburan Tiongkok juga sukses mempopulerkan format drama pendek vertikal (short drama). Format dengan episode berdurasi singkat ini sering kali disusupi lewat algoritma media sosial seperti TikTok, menyajikan potongan adegan penuh intrik yang langsung memancing rasa penasaran penonton seketika.

Dari segi konten, daya tarik utama Dracin terletak pada formula cerita yang adiktif meskipun terkadang mudah ditebak (cliche). Tema-tema populer seperti kisah penyamaran orang kaya (boss yang menyamar), balas dendam tokoh yang tertindas, hingga fantasi berlatar kolosal dipadu dengan bumbu emosional yang kuat terbukti ampuh membius penonton. Karakteristik cerita yang lugas membuat penonton tidak perlu berpikir terlalu rumit, menjadikannya sarana pelarian yang pas dari penatnya rutinitas harian di tengah masyarakat modern.

Kendati demikian, gelombang demam Dracin ini juga menghadirkan sisi lain yang cukup unik sekaligus ironis dalam kehidupan sosial. Tidak sedikit warganet hingga pengemudi ojek online yang secara terbuka membagikan cerita lucu sekaligus getir mengenai bagaimana kecanduan menonton drama ini mengaburkan fokus produktivitas harian mereka. Waktu tidur yang tergerus hingga penurunan pendapatan akibat terlalu lama terbuai episode lanjutan menjadi bukti nyata seberapa kuat pengaruh candu dari algoritma hiburan negeri tirai bambu tersebut di Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....