Street Restaurant Fighter, Survival Show Baru Korea Adu Strategi Bisnis Kuliner

  • 26 Jul 2026 19:54 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Industri program survival Korea Selatan kembali menghadirkan konsep baru melalui Street Restaurant Fighter, tayangan kuliner besutan tvN yang memadukan kemampuan memasak dengan strategi menjalankan bisnis restoran. Berbeda dari kompetisi memasak pada umumnya, pemenang ditentukan oleh pilihan pelanggan dan hasil penjualan, bukan hanya penilaian juri. Program ini mempertemukan 20 chef dan pelaku bisnis kuliner dari berbagai latar belakang, mulai dari pemilik restoran, chef hotel berbintang, hingga pedagang makanan legendaris. Seluruh peserta harus meninggalkan nama besar dan reputasi mereka untuk memulai usaha kuliner baru dari nol dalam sebuah arena yang menyerupai kawasan restoran.

Pada setiap tantangan, peserta dituntut menyusun konsep restoran, menentukan menu, menetapkan harga, mengatur pelayanan, hingga menarik pelanggan. Seluruh keputusan dilakukan dalam kondisi "blind battle", di mana pelanggan tidak mengetahui identitas para chef. Dengan demikian, keberhasilan peserta sepenuhnya bergantung pada kualitas makanan, pelayanan, dan strategi bisnis yang mereka terapkan. Sejumlah nama besar turut meramaikan kompetisi, di antaranya Lee Yeon-bok, Edward Kwon, Jung Ho-young, Cho Seo-hyung, hingga Hong Seok-cheon. Kehadiran para chef ternama tersebut membuat persaingan semakin menarik karena masing-masing membawa gaya memasak dan konsep restoran yang berbeda.

Berbeda dengan survival memasak yang berfokus pada teknik di dapur, Street Restaurant Fighter juga menguji kemampuan peserta membaca pasar. Mereka harus menghadapi pelanggan sungguhan, mengelola operasional restoran, sekaligus bersaing memperoleh penjualan tertinggi agar tetap bertahan di kompetisi. Format tersebut menjadikan acara ini lebih menyerupai simulasi bisnis restoran dibanding sekadar lomba memasak. Program ini tayang di Korea Selatan pada 21 Juni 2026 melalui tvN dan juga tersedia di platform streaming Viu di sejumlah wilayah Asia. Sejak penayangan perdananya, konsep kompetisi yang menggabungkan dunia kuliner dan bisnis mendapat perhatian karena menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan program survival memasak lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....