The Odyssey Pecahkan Rekor Nolan

  • 21 Jul 2026 09:10 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Film epik The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan mencatatkan awal yang impresif setelah meraih skor 96 persen di Rotten Tomatoes berdasarkan ulasan perdana para kritikus. Raihan tersebut menjadikannya sebagai film dengan rating tertinggi sepanjang karier Nolan, melampaui sejumlah karya terkenalnya seperti The Dark Knight dan Memento yang sama-sama memperoleh skor 94 persen, Oppenheimer dengan 93 persen, serta Dunkirk yang meraih 92 persen. Sejak tayang pada 15 Juli 2026, The Odyssey langsung menuai pujian dari berbagai kritikus film internasional. Banyak ulasan menyoroti skala produksi yang megah, kualitas sinematografi garapan Hoyte van Hoytema, serta penampilan Matt Damon sebagai Odysseus, Raja Ithaca yang menjadi tokoh utama dalam kisah ini. Adaptasi karya sastra klasik tersebut juga disebut sebagai salah satu film terbaik yang dirilis sepanjang 2026.

Diadaptasi dari puisi epik karya penyair Yunani kuno Homer, The Odyssey mengisahkan perjalanan panjang Odysseus setelah Perang Troya berakhir. Alih-alih dapat segera pulang ke kerajaannya di Ithaca, ia justru menghabiskan waktu bertahun-tahun menghadapi berbagai rintangan sebelum bisa kembali bertemu istri dan putranya. Dalam perjalanan itu, Odysseus harus berhadapan dengan makhluk-makhluk mitologi, murka para dewa, hingga godaan yang menguji kecerdikan dan keteguhan hatinya. Berbeda dengan film petualangan pada umumnya, The Odyssey tidak hanya menawarkan aksi dan visual spektakuler, tetapi juga mengeksplorasi tema kepemimpinan, pengorbanan, kesetiaan, dan hubungan manusia dengan para dewa dalam mitologi Yunani. Christopher Nolan menghadirkan kisah tersebut dengan pendekatan sinematik yang megah, memadukan adegan pertempuran, lanskap alam yang luas, serta konflik psikologis yang menjadi ciri khas karya-karyanya.

Meski mendapat sambutan sangat positif, sejumlah kritikus juga memberikan catatan terhadap film ini. Beberapa menilai ritme cerita dan struktur naratifnya terasa kurang konsisten pada beberapa bagian. Namun, hal tersebut tidak mengurangi apresiasi terhadap kualitas produksi secara keseluruhan, terutama dalam aspek visual, tata suara, dan penampilan para pemeran. Selain Matt Damon sebagai Odysseus, film ini juga dibintangi deretan aktor papan atas Hollywood seperti Tom Holland, Anne Hathaway, Zendaya, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Charlize Theron, dan Jon Bernthal. Kehadiran para pemeran tersebut semakin meningkatkan antusiasme publik terhadap film yang menjadi salah satu proyek terbesar Christopher Nolan setelah kesuksesan Oppenheimer.

Bagi penonton yang belum akrab dengan mitologi Yunani, memahami beberapa konsep dasar dapat membuat pengalaman menonton The Odyssey menjadi lebih mudah diikuti. Pertama, penting untuk mengetahui bahwa cerita ini berlangsung setelah Perang Troya, sebuah perang besar antara Yunani dan kota Troya yang juga menjadi latar kisah The Iliad, karya lain dari Homer. Odysseus dikenal sebagai pahlawan yang mencetuskan strategi Kuda Troya, yang mengakhiri perang tersebut. Penonton juga sebaiknya mengenal beberapa dewa utama dalam mitologi Yunani. Zeus merupakan pemimpin para dewa di Gunung Olympus, sementara Poseidon, dewa laut, menjadi salah satu tokoh yang paling memengaruhi perjalanan Odysseus. Di sisi lain, Athena, dewi kebijaksanaan, dikenal sebagai pelindung Odysseus dan kerap membantunya keluar dari berbagai bahaya. Hubungan para dewa dengan manusia menjadi bagian penting dalam alur cerita film ini.

Selain memahami tokoh-tokohnya, penonton juga akan lebih mudah menikmati cerita apabila mengenal beberapa makhluk mitologi yang muncul dalam perjalanan Odysseus. Di antaranya Cyclops, raksasa bermata satu; Siren, makhluk yang memikat pelaut melalui suara nyanyian; Scylla dan Charybdis, dua ancaman laut yang legendaris; serta Calypso, nimfa yang menahan Odysseus di pulaunya selama bertahun-tahun. Seluruh elemen tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan sang pahlawan menuju kampung halamannya. Dengan memadukan kisah klasik yang telah bertahan selama ribuan tahun, teknologi sinematik modern, serta pendekatan penyutradaraan khas Christopher Nolan, The Odyssey menjadi lebih dari sekadar film petualangan. Bagi penonton yang memahami latar mitologi Yunani maupun yang baru mengenalnya, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang epik sekaligus memperkenalkan salah satu kisah paling berpengaruh dalam sejarah sastra dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....