Michael Buktikan Rating Bukan Segalanya
- 17 Jun 2026 01:35 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Film biopik Michael berhasil mencatat sejarah baru di industri perfilman Hollywood. Karya yang mengangkat perjalanan hidup legenda musik Michael Jackson tersebut resmi menjadi film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah studio Lionsgate setelah membukukan pendapatan global sekitar 898 juta dolar Amerika Serikat pada pekan ketujuh penayangannya. Berdasarkan laporan Deadline, pencapaian tersebut melampaui dua film terbesar Lionsgate sebelumnya, yakni The Twilight Saga: Breaking Dawn – Part 2 yang meraih 868,5 juta dolar AS serta The Hunger Games: Catching Fire dengan pendapatan sekitar 865 juta dolar AS. Angka tersebut masih berpotensi bertambah mengingat film ini baru memulai penayangannya di sejumlah pasar penting, termasuk Jepang.
Film yang disutradarai Antoine Fuqua dan dibintangi Jaafar Jackson sebagai Michael Jackson itu menjadi salah satu fenomena perfilman paling menarik tahun ini. Kesuksesan komersialnya terbilang unik karena berbanding terbalik dengan respons sebagian kritikus film yang memberikan penilaian kurang memuaskan. Meski demikian, kondisi tersebut ternyata tidak menghalangi jutaan penonton untuk memenuhi bioskop. Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik seorang Michael Jackson masih sangat kuat, bahkan lebih dari satu dekade setelah kepergiannya. Banyak penonton datang bukan karena skor ulasan atau rekomendasi kritikus, melainkan karena ingin kembali merasakan perjalanan hidup dan warisan musik sosok yang dijuluki King of Pop tersebut.
Di berbagai media sosial, banyak penggemar mengaku tidak terlalu memedulikan rating yang beredar. Bagi mereka, film Michael menawarkan pengalaman emosional yang berbeda karena menghadirkan kembali berbagai momen penting dalam karier sang musisi, mulai dari masa kecilnya bersama Jackson 5 hingga puncak popularitasnya sebagai ikon musik dunia. Salah satu faktor yang membuat film ini mudah diterima penonton adalah pendekatan ceritanya yang relatif sederhana dan mudah diikuti. Bahkan bagi penonton yang tidak terlalu mengenal perjalanan hidup Michael Jackson, alur film dinilai cukup ramah dan tidak membutuhkan pengetahuan mendalam mengenai dunia musik maupun sejarah sang penyanyi.
Dari sisi visual, sejumlah pengamat menilai Michael memang tidak tampil seambisius atau semegah film Elvis karya Baz Luhrmann yang dikenal dengan gaya penyutradaraan penuh warna dan eksperimental. Namun, justru kesederhanaan tersebut dianggap menjadi keunggulan tersendiri karena membuat fokus penonton tetap tertuju pada perjalanan karakter utama dan kekuatan lagu-lagu yang mengiringinya. Keberhasilan Michael sekaligus menjadi pengingat bahwa hubungan emosional antara penonton dan sebuah tokoh terkadang lebih kuat dibanding penilaian kritikus. Dalam kasus ini, nostalgia, kekuatan musik, dan rasa penasaran terhadap kisah hidup Michael Jackson berhasil menciptakan gelombang dukungan yang luar biasa di box office global.
Dengan pendapatan yang masih berpotensi bertambah dalam beberapa pekan ke depan, Michael tidak hanya menjadi film tersukses dalam sejarah Lionsgate, tetapi juga salah satu contoh paling menarik tentang bagaimana antusiasme penonton mampu melampaui pengaruh rating dan ulasan kritikus dalam menentukan kesuksesan sebuah film.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....