Dokumenter Gaza Raih Penghargaan BAFTA

  • 15 Mei 2026 12:33 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Film dokumenter Gaza: Doctors Under Attack berhasil memenangkan penghargaan Best Current Affairs dalam ajang BAFTA TV Awards yang digelar pada Minggu, 10 Mei 2026. Dokumenter tersebut mendapat perhatian luas karena mengangkat investigasi mengenai serangan militer Israel terhadap sejumlah rumah sakit dan tenaga medis di Gaza di tengah konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Dalam pidato kemenangannya, jurnalis Ramita Navai menegaskan bahwa tim dokumenter menolak untuk dibungkam maupun disensor. Pernyataan itu disampaikan setelah muncul kontroversi terkait keputusan BBC yang sebelumnya membatalkan penayangan film tersebut di platform mereka.

Secara garis besar, Gaza: Doctors Under Attack mengikuti kesaksian dokter, perawat, paramedis, serta warga sipil yang bekerja dan berlindung di rumah sakit-rumah sakit Gaza selama konflik berlangsung. Dokumenter ini memperlihatkan bagaimana fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi zona aman justru berada dalam situasi penuh ancaman akibat serangan udara dan operasi militer.

Film ini menampilkan rekaman situasi darurat di berbagai rumah sakit yang mengalami kekurangan obat-obatan, listrik, hingga tenaga medis akibat meningkatnya jumlah korban sipil. Selain itu, dokumenter juga menghadirkan wawancara dengan dokter-dokter yang menceritakan tekanan psikologis saat harus tetap menangani pasien di tengah risiko serangan yang terus berlangsung.

Salah satu fokus utama dokumenter adalah investigasi mengenai dugaan penargetan fasilitas medis dan tenaga kesehatan selama perang. Tim dokumenter mencoba menelusuri kronologi serangan di beberapa rumah sakit Gaza dengan menggunakan rekaman video, data lapangan, hingga kesaksian saksi mata. Pendekatan investigatif inilah yang membuat film tersebut memicu perdebatan luas di ranah internasional.

Dokumenter ini menarik perhatian publik karena menghadirkan sudut pandang kemanusiaan dari konflik yang selama ini lebih banyak dibahas melalui perspektif politik dan militer. Banyak penonton menilai film tersebut berhasil memperlihatkan dampak perang terhadap tenaga medis dan warga sipil secara emosional dan mendalam.

Namun di sisi lain, film ini juga memunculkan kontroversi terkait isu imparsialitas media. Melansir laporan Variety, BBC memutuskan membatalkan penayangan dokumenter tersebut karena khawatir isi film dan aktivitas media sosial sejumlah pihak yang terlibat dianggap dapat memengaruhi standar netralitas penyiaran mereka.

BBC disebut menyoroti aktivitas media sosial beberapa jurnalis dan pembuat film yang dinilai menunjukkan opini pribadi terkait konflik Israel–Palestina. Selain itu, pernyataan Ramita Navai dalam sebuah wawancara juga dianggap berpotensi menimbulkan persepsi keberpihakan sehingga tidak sejalan dengan pedoman editorial BBC yang menekankan prinsip ketidakberpihakan dalam pemberitaan isu sensitif internasional.

Keputusan BBC tersebut kemudian memicu kritik dari sejumlah jurnalis, aktivis kebebasan pers, hingga komunitas perfilman dokumenter. Banyak pihak menilai alasan pembatalan itu justru memperlihatkan bagaimana karya jurnalistik investigatif mengenai isu Gaza menghadapi tekanan politik dan editorial yang besar.

Di tengah kontroversi tersebut, kemenangan Gaza: Doctors Under Attack di BAFTA TV Awards dianggap sebagai bentuk pengakuan terhadap keberanian dan kualitas investigasi dokumenter tersebut. Penghargaan ini sekaligus memperkuat diskusi global mengenai kebebasan pers, independensi media, dan pentingnya dokumenter investigatif dalam mengungkap dampak kemanusiaan dari sebuah konflik bersenjata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....