Konflik Kramm SRG Gegerkan MPL Malaysia, Dijatuhi Skors 7 Match dan Denda USD2.000

  • 10 Mei 2026 07:39 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Scene kompetitif MPL Malaysia kembali memanas setelah EXP laner Mark ‘Kramm’ Genzon Sojero Rusia dari Selangor Red Giants resmi menerima hukuman berat dari pihak liga.

Kasus ini menjadi perbincangan besar di komunitas Mobile Legends regional setelah Kramm diduga melakukan tindakan tidak sportif dan melontarkan ucapan kasar usai pertandingan panas melawan Invictus Gaming di MPL MY Season 17.

Berdasarkan pernyataan resmi liga, pihak MPL Malaysia menyatakan bahwa Kramm melakukan pelanggaran serius terhadap kode etik dan rulebook kompetisi profesional. Investigasi internal kemudian dilakukan sebelum akhirnya hukuman resmi diumumkan ke publik.

Sebagai konsekuensi, Kramm dijatuhi:

  • Larangan bermain selama 7 pertandingan resmi MLBB
  • Denda sebesar USD2.000
  • Hukuman berlaku di seluruh turnamen resmi Mobile Legends regional MLBB

Insiden ini disebut terjadi setelah laga antara SRG dan Invictus Gaming berlangsung sengit. Beberapa laporan media Malaysia dan komunitas esports menyebut adanya aksi taunting berlebihan serta ucapan yang dianggap melewati batas profesionalisme. Hal tersebut memicu reaksi keras dari penggemar maupun analis esports Asia Tenggara.

Pihak MPL Malaysia juga menegaskan bahwa hukuman tersebut tidak berkaitan dengan insiden lain sebelumnya, melainkan murni berdasarkan hasil investigasi atas perilaku Kramm dalam pertandingan tersebut. Liga menekankan pentingnya menjaga lingkungan kompetitif yang profesional, aman, dan penuh rasa hormat bagi seluruh pemain.

Kasus ini menjadi pukulan besar bagi Selangor Red Giants yang selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu tim terkuat di Malaysia. SRG sendiri mencetak sejarah setelah menjuarai MPL Malaysia Season 13 dan memenangkan MSC 2024, menjadikan mereka tim Malaysia pertama yang meraih gelar internasional MLBB.

Absennya Kramm diprediksi akan memengaruhi performa SRG dalam perebutan posisi puncak klasemen MPL MY Season 17. Sebagai EXP laner inti, Kramm dikenal memiliki pengalaman internasional dan menjadi bagian penting dalam dominasi SRG di kawasan Asia Tenggara.

Di sisi lain, komunitas esports terbagi dua. Sebagian mendukung hukuman tegas demi menjaga sportivitas liga profesional, sementara sebagian lain menilai sanksi tujuh pertandingan terlalu berat untuk pemain kunci seperti Kramm. Meski begitu, kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa performa hebat di dalam game harus tetap diimbangi sikap profesional di luar pertandingan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....