Team Vitality Tumbangkan Team Liquid 2-1 di Playoff VCT EMEA 2026 Stage 1
- 08 Mei 2026 16:26 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Team Vitality sukses mengawali perjalanan mereka di playoff Stage 1 VCT EMEA 2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Team Liquid pada Kamis, 7 Mei 2026. Hasil tersebut membuat Vitality tetap bertahan di upper bracket dan kini hanya membutuhkan satu kemenangan tambahan untuk mengamankan tempat di Masters London.
Pertemuan ini mempertemukan runner-up Grup Alpha, Team Liquid, melawan peringkat ketiga Grup Omega, Team Vitality.
Liquid sebelumnya tampil cukup konsisten sepanjang fase grup dengan mengoleksi empat kemenangan dan hanya sekali kalah dari FUT Esports. Sebaliknya, perjalanan Vitality menuju playoff berlangsung jauh lebih dramatis karena mereka baru memastikan tiket usai Eternal Fire menumbangkan GIANTX dan memaksa terciptanya tiebreaker tiga tim.
Pearl menjadi map pembuka pilihan Vitality. Pada map ini mereka tampil dengan strategi yang cukup berbeda dari kebanyakan tim dengan memainkan kombinasi KAY/O dan Chamber. Team Liquid sendiri memilih komposisi yang lebih umum digunakan dengan Neon serta Phoenix.
Pilihan strategi Vitality terbukti sangat efektif. Chronicle berkali-kali ditempatkan menggunakan Chamber di area agresif untuk membuka ruang, sementara pemain lain mengatur pertahanan dan retake di sisi map yang berbeda.
Walaupun sempat kehilangan pistol round pertama, Vitality langsung mengambil alih pertandingan dan mencatat 12 ronde tanpa putus. Mereka menutup paruh pertama dengan skor mencolok 10-2 sebelum mengunci kemenangan telak 13-3.
Jamppi tampil sangat solid lewat permainan KAY/O miliknya dengan torehan 17 kill dan 15 assist. Namun sorotan terbesar datang dari Sayonara yang tampil menggila lewat catatan 19 kill serta 222 ADR.
Map kedua dimainkan di Ascent yang kembali dipakai di playoff VCT setelah masuk lagi ke map pool kompetitif. Kedua tim menggunakan komposisi hampir serupa dengan Neon dan Phoenix sebagai inti permainan. Perbedaan hanya terlihat pada pilihan Vyse milik Chronicle dan Cypher milik nAts.
Vitality kembali membuka pertandingan dengan dominan. Mereka memenangkan pistol round dan berkali-kali sukses melakukan eksekusi ke site A hingga unggul cukup jauh 6-2.
Meski tertinggal, Team Liquid perlahan mulai bangkit dan memperkecil selisih skor menjadi 7-5 saat pergantian sisi.
Momentum Liquid semakin terasa di paruh kedua. Walaupun sempat kehilangan ronde Thrifty setelah memenangkan pistol round, mereka terus memberikan tekanan lewat serangan cepat melalui Mid hingga jalur Defender Spawn.
Permainan agresif tersebut membuat Vitality kesulitan bertahan. Liquid pun sukses menyamakan skor menjadi 10-10 sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan unggul 12-10.
Vitality sempat memperpanjang napas dengan mencuri satu ronde tambahan, tetapi Team Liquid akhirnya berhasil menutup Ascent 13-11 dan memaksa pertandingan berlanjut ke map ketiga.
Lotus menjadi penentu kemenangan kedua tim. Vitality kembali menunjukkan awal permainan yang sangat kuat dengan langsung unggul 4-0 setelah mengamankan bonus round dan menghukum permainan terlalu maju dari lawan.
Walau beberapa ronde berjalan kacau dan penuh duel sengit, Vitality tetap mampu mempertahankan keunggulan mereka berkat sejumlah kemenangan dalam situasi kalah jumlah pemain.
Mereka bahkan sukses memenangkan ronde 2v5, 2v3, hingga clutch 1v2 dari Sayonara yang membuat Vitality unggul 8-4 saat halftime.
Team Liquid sempat membuka peluang comeback setelah memenangkan pistol round di babak kedua. Namun Vitality langsung merespons dengan empat ronde beruntun yang membuat skor berubah menjadi 12-6.
Liquid mencoba bertahan dan memperkecil ketertinggalan, tetapi momentum sudah sepenuhnya berada di tangan Vitality. Setelah timeout, mereka akhirnya memastikan kemenangan 13-10 di Lotus sekaligus menutup seri dengan skor 2-1.
Sayonara kembali menjadi pemain paling menonjol di map terakhir lewat catatan luar biasa 31 kill dan 228 ADR. Secara keseluruhan, ia menutup seri dengan total 61 kill dan rating 1,47.
Kemenangan ini membawa Team Vitality melaju untuk menghadapi FNATIC dalam laga perebutan tiket Masters London.
Sementara itu, Team Liquid harus turun ke lower bracket dan akan menghadapi Gentle Mates demi menjaga asa mereka tetap hidup di playoff.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....