Esports Nations Cup 2026 Libatkan 100+ Negara

  • 11 Apr 2026 11:19 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Inisiatif global baru dalam dunia esports resmi diperkenalkan dengan melibatkan lebih dari 100 negara dan wilayah. Program ini bertujuan menyatukan federasi, klub, serta pelaku industri guna membentuk tim nasional sekaligus menggerakkan komunitas lokal agar mampu tampil di panggung internasional.

Melalui program Esports Nations Cup 2026 (ENC), Esports Foundation (EF) memberikan status National Team Partner kepada berbagai organisasi dan individu. Turnamen berbasis negara ini dijadwalkan berlangsung perdana di Riyadh pada 2 hingga 29 November 2026, menjadi langkah awal terbentuknya sistem global bagi tim nasional esports.

Berbeda dengan kompetisi yang selama ini berfokus pada klub, ENC hadir sebagai pelengkap ekosistem dengan mengedepankan kolaborasi bersama pemangku kepentingan lokal. Tujuannya adalah memperkuat fondasi esports di tiap negara tanpa menggeser sistem yang sudah ada.

Para mitra yang ditunjuk akan memegang peran penting, mulai dari menyusun tim nasional, mengaktifkan komunitas, hingga membangun struktur yang mendukung pertumbuhan esports secara berkelanjutan. Sementara itu, wilayah yang belum memiliki mitra akan tetap difasilitasi melalui dukungan regional dari EF.

Antusiasme terhadap program ini terlihat dari banyaknya pendaftar, dengan lebih dari 630 aplikasi yang berasal dari 150 negara dan wilayah. Para mitra terpilih mencerminkan perpaduan antara organisasi berpengalaman dan kekuatan baru yang tengah berkembang di industri esports global.

CEO Esports Foundation, Ralf Reichert, menegaskan bahwa langkah ini menjadi terobosan besar bagi industri esports dunia.

Esports Nations Cup menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di dunia esports: sebuah sistem global untuk tim nasional dalam skala yang belum pernah terjadi,” ujarnya.

“Respons yang kami terima dari seluruh dunia menunjukkan bahwa komunitas siap untuk melangkah ke tahap berikutnya. Bersama para mitra, kami sedang membangun struktur yang memungkinkan pemain mewakili negara mereka dan bertanding di panggung terbesar esports. Dengan lebih dari 100 negara kini menjadi bagian dari sistem ini, Esports Nations Cup bertransformasi dari konsep menjadi kenyataan, menjadikan esports berbasis negara sebagai bagian permanen dari lanskap kompetisi global,” tambah Ralf Reichert.

Untuk menyesuaikan perbedaan perkembangan esports di berbagai negara, ENC tidak menggunakan satu pendekatan seragam. Sebaliknya, program ini mengandalkan model kemitraan yang fleksibel dengan melibatkan institusi, klub, hingga komunitas lokal.

Struktur kemitraan pun bervariasi, mulai dari asosiasi nasional seperti Korea Esports Association dan Saudi Esports Federation, hingga kolaborasi klub di negara seperti Brasil dan Amerika Serikat, serta model kerja sama publik dan swasta di beberapa negara lain.

Di kawasan seperti Malaysia, Turki, dan Thailand, kemitraan melibatkan federasi yang bersinergi dengan komunitas akar rumput. Sementara itu, di negara berkembang seperti Indonesia dan Mongolia, pendekatan dilakukan melalui pembinaan terstruktur guna mempersiapkan keikutsertaan di level global.

Melalui sistem ini, untuk pertama kalinya tim nasional esports akan dibentuk secara resmi dari basis lokal, membuka peluang bagi atlet untuk berlaga membawa nama negara. Hal ini juga menghadirkan dimensi baru dalam dunia esports dengan menumbuhkan rasa identitas dan kebanggaan nasional.

ENC akan memulai debutnya di Riyadh pada November 2026 sebelum nantinya menggunakan sistem tuan rumah bergilir. Ajang dua tahunan ini akan berjalan berdampingan dengan Esports World Cup (EWC), guna menciptakan ekosistem kompetisi yang lebih stabil serta mendukung investasi jangka panjang dalam pengembangan tim nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....