Ragnarok: Kiamat Para Dewa yang Terus Hidup dalam Budaya Populer
- 28 Feb 2026 21:30 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Ragnarok, kisah kiamat para dewa dalam mitologi Nordik, kembali menjadi sorotan berkat popularitasnya di dunia hiburan modern. Legenda kuno bangsa Skandinavia ini menggambarkan kehancuran kosmos lama yang diikuti dengan kelahiran kembali dunia baru, sebuah tema yang terus menginspirasi lintas generasi.
Dalam mitologi, Ragnarok diawali dengan Fimbulwinter, musim dingin panjang selama tiga tahun tanpa jeda musim panas. Kekacauan melanda dunia manusia, sementara belenggu para monster kosmik mulai terlepas. Puncaknya terjadi dalam pertempuran kolosal di mana Odin tewas ditelan serigala raksasa Fenrir, Thor gugur setelah membunuh ular dunia Jörmungandr, dan Surtr, raksasa api, membakar sembilan dunia dengan pedang apinya.
Meski penuh tragedi, Ragnarok juga membawa harapan. Setelah api dan air menelan dunia lama, bumi bangkit kembali lebih hijau dan subur. Beberapa dewa seperti Baldr dan Hodr kembali dari kematian, sementara dua manusia, Lif dan Lifthrasir, bertahan hidup untuk melanjutkan garis keturunan umat manusia.
Tema siklus kehancuran dan kebangkitan ini menjadikan Ragnarok relevan hingga kini. Dunia game dan hiburan modern memanfaatkannya sebagai latar cerita dramatis, mulai dari God of War Ragnarök, Smite, hingga Ragnarok Online. Kisah penuh emosi, tragedi, dan harapan ini terus hidup sebagai simbol bahwa setiap akhir selalu membuka jalan bagi awal yang baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....