Festival Mode Melbourne Rayakan 30 Tahun
- 26 Feb 2026 08:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Melbourne Fashion Festival merayakan tonggak 30 tahun penyelenggaraannya dengan rangkaian acara meriah yang menampilkan beragam identitas kreatif para desainer. Mengutip laman Nikkei Asia, festival ini berlangsung pada 14 hingga 28 Februari di berbagai lokasi di Melbourne, menghadirkan kombinasi desainer pendatang baru dan nama-nama mapan.
Selama lebih dari tiga dekade, festival ini dikenal sebagai salah satu wadah penting dalam melahirkan talenta di industri mode, mulai dari desainer, model, hingga penata gaya. Pemerintah kota mencatat dampak ekonomi lokal yang signifikan, dengan kontribusi mencapai lebih dari 84 juta dolar Australia sejak 2021, termasuk 63 juta dolar Australia pada 2024 saja.
Program festival tahun ini tetap mempertahankan ciri khasnya melalui berbagai peragaan busana bertema seperti Beyond Blak, New Again, Melbourne Noir, dan Autumn Luxe. Selain menjadi ajang pamer karya, acara ini juga membuka ruang interaksi yang lebih luas melalui sesi “Fashion Talks” yang membahas isu mulai dari keberlanjutan hingga pengembangan karier di industri mode.
Salah satu sorotan datang dari desainer Ruby Valentino yang menampilkan karya gaun pengantin melalui konsep pameran bergaya galeri, bukan di atas runway. Pameran tersebut digelar di Villa Alba dan mengusung pendekatan berbeda dalam menampilkan karya fesyen kepada publik.
Valentino menjelaskan bahwa konsep yang diusung berangkat dari eksplorasi warisan keluarga dalam dunia mode. “Pada bulan November [2025], saya melamar ke Program Independen dengan ide pameran berdasarkan koleksi kelulusan saya pada tahun 2025, yang mengeksplorasi warisan matrilineal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pameran tersebut tidak sepenuhnya menghadirkan karya baru, melainkan kurasi dari berbagai koleksi yang telah ada. “Ini lebih tentang mengkurasi pilihan karya yang akan bekerja sama untuk menceritakan kisah yang ingin saya sampaikan,” kata Valentino.
Dalam proses persiapannya, Valentino mengaku melakukan berbagai upaya mandiri untuk menghadirkan konsep pameran yang unik. “Semua ini didanai sendiri, jadi saya telah meminjam, dan pergi ke toko barang antik, untuk menemukan manekin dan berbagai barang pajangan untuk mengeksplorasi bagaimana kita dapat menampilkan pakaian dengan cara yang beragam,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menampilkan eksplorasi teknik tekstil yang beragam, mulai dari teknik pewarnaan tradisional Jepang hingga pewarnaan alami menggunakan bahan seperti bit dan kunyit. Pendekatan ini mencerminkan semangat festival yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga keahlian dan inovasi dalam dunia mode.
Dengan kombinasi antara tradisi dan inovasi, Melbourne Fashion Festival tahun ini menegaskan posisinya sebagai ruang penting bagi perkembangan industri mode, sekaligus menjadi panggung bagi generasi desainer berikutnya untuk menunjukkan karya mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....