Sineas Dunia Kritik Sikap Berlinale

  • 24 Feb 2026 17:50 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Sejumlah tokoh perfilman internasional melayangkan surat terbuka yang mengkritik sikap Berlin International Film Festival atau Berlinale terkait konflik di Gaza. Surat yang dirilis pada 17 Februari tersebut, sebagaimana dilaporkan Variety, menilai festival bersikap “diam” terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi dan dianggap tidak memberikan ruang yang cukup aman bagi sineas yang menyuarakan solidaritasnya.

Beberapa nama besar yang tercantum sebagai penandatangan antara lain Mark Ruffalo, sutradara veteran Inggris Ken Loach, produser The Zone of Interest James Wilson, aktris Tilda Swinton, serta aktor Spanyol Javier Bardem. Secara keseluruhan, surat tersebut didukung oleh 104 sineas dari berbagai negara, mencakup aktor, sutradara, produser, dan pekerja film lintas disiplin.

Alasan utama dilayangkannya surat ini adalah kekhawatiran para sineas terhadap apa yang mereka anggap sebagai pembungkaman atau pembatasan ekspresi politik di ruang festival. Dalam isi pernyataan, mereka menilai bahwa festival film internasional seharusnya menjadi ruang dialog terbuka, bukan sekadar ajang selebrasi karya tanpa konteks sosial. Para penandatangan juga menyoroti pentingnya solidaritas terhadap isu kemanusiaan serta perlindungan terhadap seniman yang menyuarakan pandangan mereka secara damai.

Polemik semakin mencuat dalam gelaran Berlinale 2026 setelah pernyataan ketua dewan juri Wim Wenders yang menyebut bahwa perfilman sebaiknya dipisahkan dari politik. Pernyataan tersebut memicu perdebatan luas di kalangan industri, karena sebagian pihak menilai seni tidak pernah benar-benar netral dari realitas sosial dan politik yang melingkupinya.

Dalam surat itu, para sineas menegaskan bahwa sejarah perfilman dunia menunjukkan bagaimana karya seni kerap menjadi medium kritik sosial dan refleksi politik. Mereka berpendapat bahwa memisahkan seni dari politik justru berisiko mengabaikan suara kelompok yang terdampak konflik. Oleh karena itu, mereka mendesak pihak festival untuk mengambil sikap moral yang lebih jelas serta memastikan kebebasan berekspresi tetap dijunjung tinggi.

Kontroversi ini kembali menegaskan posisi festival film sebagai ruang budaya yang tidak hanya menampilkan karya sinema, tetapi juga menjadi panggung perdebatan nilai dan prinsip. Di tengah dinamika global yang kompleks, pernyataan 104 sineas tersebut memperlihatkan bahwa komunitas perfilman internasional terus bergulat dengan pertanyaan mendasar tentang tanggung jawab moral seni di era modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....