Pembedahan Makna Lagu “Don’t Look Back in Anger” Oasis

  • 21 Feb 2026 06:23 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - “Don’t Look Back in Anger” menjadi salah satu lagu paling ikonik dari band Britpop asal Manchester, Oasis. Dirilis pada 1996 sebagai bagian dari album (What’s the Story) Morning Glory?, lagu ini ditulis oleh gitaris sekaligus penulis lagu utama, Noel Gallagher. Hingga kini, karya tersebut terus dikenang sebagai anthem tentang penerimaan, memaafkan, dan melepaskan masa lalu.

Judul lagu ini secara harfiah berarti “Jangan Menoleh ke Belakang dengan Kemarahan.” Pesan utamanya sederhana namun mendalam: masa lalu tidak bisa diubah, sehingga kemarahan hanya akan menghambat langkah ke depan.

Tokoh “Sally” dalam lirik kerap ditafsirkan sebagai simbol seseorang yang memilih pergi meninggalkan situasi penuh konflik. Namun banyak penggemar meyakini bahwa “Sally” bukan sosok literal, melainkan representasi dari sikap menerima kenyataan.

“Slip inside the eye of your mind

Don’t you know you might find

A better place to play”

Lirik pembuka ini mengajak pendengar untuk melihat ke dalam diri sendiri. “Eye of your mind” melambangkan kesadaran dan refleksi batin. Pesannya adalah bahwa kedamaian atau “tempat yang lebih baik” bisa ditemukan lewat cara pandang yang berbeda terhadap hidup.

“You said that you’d never been

But all the things that you’ve seen

Slowly fade away”

Bagian ini menggambarkan pengalaman masa lalu yang perlahan memudar. Kenangan baik indah maupun menyakitkan akan kehilangan kekuatannya seiring waktu. Ini menjadi pengingat bahwa luka tidak selamanya terasa tajam.

“So Sally can wait

She knows it’s too late

As we’re walking on by”

“Sally” sering ditafsirkan sebagai simbol seseorang yang menyadari bahwa suatu kesempatan telah lewat. “Too late” menunjukkan penyesalan, tetapi kalimat “walking on by” menandakan keputusan untuk tetap melanjutkan hidup, bukan terjebak dalam penyesalan tersebut.

“Her soul slides away

But don’t look back in anger

I heard you say”

Baris ini menyoroti momen kehilangan atau perpisahan emosional. Namun inti pesannya muncul jelas: jangan melihat masa lalu dengan kemarahan. Kehilangan memang menyakitkan, tetapi menyimpan amarah hanya akan memperpanjang luka.

“Take me to the place where you go

Where nobody knows

If it’s night or day”

Bagian ini menggambarkan kerinduan akan pelarian sebuah tempat netral tanpa tekanan dan konflik. Ini bisa dimaknai sebagai simbol kedamaian batin atau kondisi mental yang bebas dari beban masa lalu.

Melalui lirik yang sederhana namun emosional, “Don’t Look Back in Anger” menyampaikan pesan universal tentang menerima kenyataan, memaafkan, dan melangkah maju. Lagu ini tidak menyangkal adanya luka atau penyesalan, tetapi mengajak pendengar untuk tidak membiarkan amarah mendikte masa depan.

Tak heran, karya Oasis ini terus dinyanyikan lintas generasi sebagai simbol harapan dan rekonsiliasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....