Halftime Show Bad Bunny Gegerkan Super Bowl LX

  • 17 Feb 2026 10:39 WIB
  •  Batam

Super Bowl LX yang digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara, bukan hanya menyita perhatian karena pertandingan antara Seattle Seahawks dan New England Patriots, tetapi juga karena penampilan halftime show dari Bad Bunny yang viral secara global. Aksi panggungnya disebut sebagai salah satu pertunjukan paling berani dan politis dalam sejarah halftime show.

Bad Bunny membuka penampilan dengan aransemen megah bernuansa Latin urban, memadukan tata cahaya dramatis dan koreografi masif dengan puluhan penari. Ia membawakan sejumlah lagu hits yang mengangkat identitas Latino dan isu sosial. Salah satu momen paling banyak dibicarakan adalah ketika visual panggung menampilkan pesan solidaritas terhadap komunitas imigran dan budaya Puerto Rico. Aksi tersebut langsung memicu perbincangan luas di media sosial.

Penampilan ini mencuri perhatian karena memadukan hiburan kelas dunia dengan pesan sosial yang kuat. Secara artistik, produksi panggung dinilai spektakuler: tata panggung 360 derajat, penggunaan drone untuk membentuk bendera Puerto Rico di udara, serta transisi musik yang mulus antara reggaeton, trap, dan pop Latin. Banyak media internasional menyebutnya sebagai representasi kuat musik Latin di panggung olahraga terbesar Amerika Serikat.

Namun, kontroversi muncul setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengkritik pertunjukan tersebut melalui pernyataan publiknya. Ia menilai halftime show terlalu sarat pesan politik dan tidak mencerminkan semangat persatuan olahraga. Kritik tersebut memicu perdebatan tajam antara pendukung dan penentangnya, sehingga membuat nama Bad Bunny semakin trending secara global.

Respons dunia terbelah. Sejumlah artis dan tokoh publik memuji keberanian Bad Bunny dalam membawa isu representasi dan keberagaman ke panggung internasional. Media Amerika Latin bahkan menyebutnya sebagai “momen bersejarah bagi musik Latino”. Sementara itu, sebagian kelompok konservatif menganggap pertunjukan tersebut terlalu politis untuk acara olahraga.

Terlepas dari polemik, data digital menunjukkan lonjakan signifikan dalam jumlah streaming lagu-lagu Bad Bunny pasca-penampilan tersebut. Hal ini menegaskan bahwa halftime show Super Bowl LX bukan sekadar hiburan sela pertandingan, melainkan fenomena budaya global yang memicu diskusi luas tentang musik, identitas, dan kebebasan berekspresi.

Sumber: Laporan media hiburan internasional; siaran resmi NFL; kompilasi pemberitaan Associated Press dan Billboard.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....