Seni Mak Yong, Warisan Budaya Melayu

  • 10 Sep 2025 10:20 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Seni Mak Yong, salah satu warisan budaya tak benda yang lahir dari tradisi Melayu, kini kembali mendapat perhatian di Batam. Pertunjukan klasik yang menggabungkan drama, tari, musik, dan nyanyian ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga sarat nilai-nilai luhur yang mencerminkan jati diri masyarakat Melayu.

Mak Yong dikenal sebagai teater rakyat yang telah hidup berabad-abad di tengah masyarakat Melayu, khususnya di kawasan Kepulauan Riau, Malaysia, dan Thailand Selatan. Pementasan Mak Yong biasanya mengisahkan legenda, mitos, hingga kisah kepahlawanan yang diwariskan turun-temurun. Bahasa yang digunakan kental dengan nuansa Melayu klasik, menjadikannya sarana pelestarian bahasa, sastra, sekaligus nilai budaya.

Budayawan Batam, Zein menuturkan, Mak Yong bukan hanya hiburan, melainkan juga media pembelajaran kehidupan.

“Dalam setiap lakon Mak Yong ada pesan moral, nilai kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Itulah yang membuatnya penting untuk terus dijaga,” ujarnya.

Sebagai bagian dari Kepulauan Riau yang dikenal sebagai pusat budaya Melayu, Batam memiliki komunitas dan pegiat seni yang aktif mementaskan Mak Yong di berbagai kesempatan. Pertunjukan ini kerap ditampilkan dalam festival budaya, kegiatan adat, hingga agenda resmi pemerintah.

Meski demikian, eksistensinya sempat terpinggirkan akibat arus hiburan modern. Minimnya regenerasi dan terbatasnya ruang pementasan sempat membuat Mak Yong jarang tampil di hadapan publik. Kini, sejumlah komunitas seni di Batam berusaha membangkitkan kembali tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman.

Pengakuan dunia internasional terhadap Mak Yong hadir pada tahun 2005, ketika UNESCO menetapkan Mak Yong sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Takbenda. Status ini menegaskan pentingnya Mak Yong sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan secara serius.

Bagi masyarakat Melayu, Mak Yong bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan. Keberadaannya mencerminkan kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya. Dengan pelestarian yang berkesinambungan, Mak Yong diyakini mampu bertahan di tengah tantangan modernitas sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu di Nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....