Review Series ZONA MERAH, Teror Zombie Dengan Kearifan Lokal
- 14 Jan 2025 19:10 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Bagi kamu pecinta film Thriller, Action, Gore, series ini akan menjadi tontonan yang seru untuk kamu tonton dan nikmati. Jika biasanya kita diberikan opsi film-film zombie Hollywood seperti "Resident Evil" atau "Dawn of the Dead", atau film dan series zombie Korea "Train to Busan" atau "All of Us are Dead", atau bahkan film dan series zombie Jepang "As the Gods Will". Kini Indonesia semakin berani dalam mengeksplorasi produksi film bergenre zombie yaitu "ZONA MERAH".
Diperankan oleh bintang-bintang top dikelasnya yaitu, Aghiny Haque sebagai Maya (Pemeran Utama), Andri Mashadi sebagai Risang, Devano Danendra sebagai Adi, Maria Theodore sebagai Ella, Lukman Sardi sebagai Zaenal Effendi, dan beberapa pemeran pendukung lainnya. Berhasil menciptakan karakter yang semakin memperkuat premis cerita dari series "Zona Merah" ini. Premis cerita yang cukup sederhana. Bercerita tentang sebuah wabah mayat hidup (sebutan zombie dengan kearifan lokal) yang melanda Rimbalaya. Cerita ini menghadirkan sosok Maya yang harus berjuang mencari Adi, adiknya yang tiba-tiba menghilang ditengah wabah Mayat Hidup di Rimbalaya, dimana Maya harus berpacu dengan waktu sebelum Rimbalaya berubah menjadi Zona Merah. Dari premis cerita yang sederhana inilah cerita berkembang menjadi semakin kompleks dan seru, dan menyelipkan sentilan-sentilan tentang issue yang masih menjadi sorotan di Indonesia.
Memantik cerita dengan narasi buruh VS pejabat sejak awal cerita ini dimulai, series ini serasa memberikan gambaran mengenai reaksi warga ketika akan menghadapi bahaya yang tiba-tiba muncul didepan mata. Series ini juga menyelipkan intrik politik di Indonesia yang cukup berani walaupun hanya terkesan seperti selipan ceita saja. Dimana ada beberapa dialog yang satir yang menyinggung mengenai jati diri manusia itu sendiri, salah satunya dialog Risang, "Gak ada yang bener-bener bersih disini." Seperti menjadi tamparan, bahwa pada akhirnya manusia akan berlindung pada kepentingan pribadi masing-masing.
Hal yang justru paling menarik dari series ZONA MERAH ini adalah, unsur lokalitas yang kental sekali sampau-sampai menjadi sorotan di sesies ini. Alih-alih menyebutnya sebagai "Zombie", mereka lebih memilih julukan "Mayit" atau "Mayat Hidup", menggunakan Durian sebagai senjata ampuh, bahkan sampai ritual pemanggilan pawang hujan menjadikan series ini menjadi sangat lokal untuk dinikmati penonton Indonesia. meskipun terkesan absurd dan tiba-tiba, justru keputusasaan karakter untuk menggunakan cara-cara lokal dan desperate ini serasa menjustifikasi kalau semua upaya worth to try untuk bertahan hidup, lucu dan logis.
Terlepas dari beberapa jokes yang sering "gak kena" chemistry karakternya ciamik dan cukup naturan, apalagi ketika mereka harus bekerjasama untuk bertahan hidup walau sebenarnya mereka saling benci. Namun di beberapa episode terdapat scene-scene yang cukup disturbing, seperti terlalu banyak darah, dan make up Mayit yang terlihat real sampai scene bangkai kucing di Episode 7 yang mentransfer bau busuk ke penonton yang menikmati series ini. Tapi buat kamu pecinta Gore movies, munngkin masih bisa enjoy melihat scene yang disturbing ini.
Walau secara visual, series ini berhasil menyajikan aksi-aksi brutal yang cukup dar der dor!!, namun series ini serasa cukup tanggung di Episode Finale, seperti premis cerita yang pengemasannya kurang apik membuat kita yang menonton terasa kurang klimaks di gong scene nya. Apakah akan ada season lanjutan, mengingat di post-credit scene malah membuat penonton bertanya-tanya mengenai asal usul tanaman mayit tersebut.
Overall 8/10, ZONA MERAH bisa kamu tonton di Platform VIDIO (Berlangganan).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....