Dari Lokasi Pembuangan Sampah menjadi Ekowisata Pandang Tak Jemu

  • 24 Agt 2026 19:52 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kawasan Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu yang terletak di Kampung Tua Bakau Serip, Batam, berhasil bertransformasi dari kawasan kumuh bekas tempat pembuangan sampah (TPA) sejak 2014 berubah menjadi destinasi wisata alam yang bersih dan bernilai tinggi. Ketulusan dan aksi nyata dari Geri Defit Semet yang merupakan ketua Ekowisata Pandang Tak Jemu dalam memulihkan kawasan ini tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis lingkungan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga lokal serta menjadikannya pusat edukasi konservasi lingkungan.

" Hasil identifikasi bersama para akademisi mencatat kawasan ini menyimpan kekayaan hayati yang melimpah, yakni sekitar 15 jenis pohon mangrove dan 52 jenis satwa. Selain berperan penting mencegah abrasi dan banjir pesisir, ekosistem mangrove di lokasi ini memiliki fungsi vital bagi iklim dunia karena merupakan penghasil oksigen murni sekaligus penyerap karbon terbaik di bumi jika dibandingkan dengan hutan daratan," Ucap Geri.

Pintu masuk menuju Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu

Yuli guide lokal di kawasan ini mengatakan daya tarik utama destinasi ini mencakup keberadaan spesimen pohon mangrove jenis Sonneratia alba yang diperkirakan telah berusia 130 tahun dengan karakter perakaran kokoh. Banyak wisatawan datang untuk melakukan terapi kesehatan dan relaksasi melalui aktivitas memeluk pohon sambil menghirup udara segar.

"Tempat ini juga rutin menjadi lokasi wisata edukasi dan penanaman bibit mangrove bagi pelajar dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, termasuk rombongan siswa mancanegara dari Singapura dan Malaysia," Ucapnya.

Pohon Magrove Sonneratia Alba diperkirakan berusia lebih dari 130 tahun

Asnindar ketua pokdarwis Ekowisata Pandang Tak Jemu mengatakan geliat ekowisata ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga Kampung Tua Bakau Serip, khususnya bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) lewat penjualan cenderamata dan paket wisata edukasi.

Pelestarian alam ini turut diimbangi dengan pelestarian budaya melalui Sanggar Tari Pandang Tak Jemu yang membina anak-anak sekolah setempat. Perkembangan kawasan ini pun didukung oleh pemerintah melalui pengadaan sarana-prasarana serta bantuan jaringan promosi ke agen perjalanan.

Pengelola beserta warga mengimbau masyarakat luas untuk terus bersinergi menjaga kelestarian ekosistem pesisir Kota Batam agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang. Melalui seruan slogan "Save Mangrove, Save the Earth", partisipasi dalam menjaga serta menanam pohon mangrove ditegaskan sebagai langkah nyata untuk merawat iklim dan kehidupan di bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....