Ketika Ditsamapta Polda Kepri Lindungi Anak Sekolah Dari Dekat
- 27 Feb 2025 14:32 WIB
- Batam
KBRN, Batam : Langit Batam tampak cerah pagi itu. Di halaman SMP Nabilah Batam Kota, ratusan siswa duduk berbaris rapi, wajah mereka penuh rasa ingin tahu. Suasana sedikit berbeda dari biasanya.
Bukan guru yang berdiri di hadapan mereka, melainkan beberapa polisi dari Direktorat Samapta Polda Kepulauan Riau. Dengan seragam rapi dan perlengkapan lengkap, mereka bukan datang untuk menegakkan hukum, melainkan berbagi ilmu dan pengalaman dalam program Polisi Pelindung Anak.
Di bawah terik matahari yang mulai menghangat, Pejabat Sementara Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Kepri, Kompol Haris Lambey, mengambil alih mikrofon. Suaranya tegas namun bersahabat.
"Hari ini, kami bukan datang untuk menilang atau menangkap orang jahat, tetapi untuk berbagi pengetahuan agar kalian lebih paham tentang tugas kepolisian dan bagaimana menjaga diri di lingkungan masing-masing," katanya. Sontak, tepuk tangan meriah terdengar dari siswa-siswi yang bersemangat menyimak.
Materi demi materi disampaikan oleh personel Samapta dihadapan siswa. Mulai dari pentingnya tertib berlalu lintas hingga bahaya narkoba yang mengintai generasi muda. Tidak hanya itu, mereka juga diperkenalkan dengan berbagai kelengkapan kepolisian yang biasa digunakan saat bertugas. Helm pelindung, tameng anti-huru-hara, hingga cara menangkap penjahat dengan borgol yang dipamerkan di hadapan para siswa.

Raffa siswa SMP Nabilah yang kini duduk dikelas 8A. (Dok. Sarah Meilina/RRI).
"Keren banget! Aku suka bagian yang Polisi pakai baju lengkap itu, selain pakai tameng mereka punya pelindung Badan gitu. Aku baru pertama kali melihat peralatan polisi dari dekat," ujar Raffa, siswa kelas 8A, yang tak bisa menyembunyikan kekagumannya, Rabu (26/2/2025).
Tak sekadar teori, para siswa juga diajak berinteraksi langsung. Beberapa dari mereka diberi kesempatan untuk bertanya dan menjawab.
"Wah, berat juga ya! Polisi ternyata harus kuat dan terlatih," celetuk seorang siswa sambil tertawa.
Para polisi hanya tersenyum, seolah ingin mengatakan bahwa menjaga ketertiban memang bukan tugas yang mudah.
Program ini bukan sekadar edukasi biasa. Ada misi besar di baliknya, yakni membangun kedekatan antara kepolisian dan generasi muda. Direktur Samapta, Kombes Pol Joko Adi Nugroho yang memprakarsai program ini, berharap agar anak-anak sekolah tidak lagi merasa takut atau jauh dari sosok polisi.
"Kami ingin kalian melihat kami sebagai sahabat, sebagai pelindung, bukan sebagai sosok yang menakutkan," kata Kompol Haris.
Sesi demi sesi berjalan dengan penuh semangat. Para siswa yang awalnya hanya duduk diam mulai aktif bertanya. Pertanyaan mereka kritis, meskipun masih berusia belasan tahun namun mereka melek terhadap pemberitaan media massa yang memberitakan tingkah polah oknum polisi yang menjual narkoba.

"Bagaimana cara menjadi polisi? Apa saja syaratnya? Lalu apa tanggapan Bapak dan Ibu Polisi terhadap Polisi yang menggunakan narkoba dan menjual narkoba kepada masyarakat?", tanya seorang siswi dengan antusias.
Polisi yang bertugas pun dengan sabar menjelaskan, memotivasi mereka untuk terus belajar dan menjaga diri dari pengaruh negatif. Di akhir acara, sebuah pesan sederhana tapi dalam maknanya disampaikan.
"Polisi bukan hanya ada di jalan atau di kantor. Polisi juga ada di hati kalian, ketika kalian memilih untuk berbuat baik, menaati aturan, dan tidak terjerumus dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri," ujar Kompol Haris sebelum menutup sesi edukasi.
Seiring dengan bubarnya acara, para siswa masih terlihat asyik berbincang. Beberapa dari mereka bahkan mengabadikan momen dengan berfoto bersama para polisi. Dari tatapan mereka, ada satu hal yang jelas terbaca, rasa hormat dan pemahaman baru tentang sosok polisi yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari kejauhan.
Pagi itu, halaman sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi tumbuhnya kesadaran. Kesadaran bahwa ketertiban bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga tanggung jawab setiap individu. Bahwa keamanan bukan sekadar tugas aparat, tetapi juga hasil dari sikap disiplin yang ditanamkan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....