Ekspor Impor Nasional Terus Tumbuh, ini Kontribusi Batam di Dalamnya!

  • 23 Jun 2026 16:29 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Arus logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia. Pergerakan tersebut tercermin dari kinerja ekspor dan impor yang tetap tumbuh, dengan neraca perdagangan nasional mencatatkan surplus senilai USD5,64 miliar selama Januari-April 2026.

Berdasarkan data dari BPS, pada periode Januari–April 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai USD87,74 miliar.

Kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor industri pengolahan yang terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Selama Januari-April 2026, BPS mencatat sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor senilai USD75,57 miliar.

Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama Januari–April 2026, dengan nilai USD22,76 miliar, disusul Amerika Serikat dengan USD10,17 miliar, dan India USD6,14 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD17,70 miliar dan USD6 miliar.

Lantas bagaimana dengan Batam? Kinerja perdagangan luar negeri Kota Batam menunjukkan tren positif sejak awal 2026. Nilai ekspor Batam sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai US$6,39 miliar, atau tumbuh 1,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$6,31 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto dalam keterangan persnya mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspor sektor nonmigas yang masih menjadi penopang utama perdagangan luar negeri Batam.

“Ekspor nonmigas Januari-April 2026 mencapai US$6,13 miliar atau naik 1,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ucap Eko.

Secara bulanan, nilai ekspor Batam pada April 2026 tercatat sebesar US$1,71 miliar, meningkat 7,65 persen dibanding April 2025. Kenaikan terjadi baik pada sektor nonmigas maupun migas. Ekspor nonmigas mencapai US$1,62 miliar atau naik 6,33 persen, sedangkan ekspor migas melonjak 40,04 persen menjadi US$86,71 juta.

Komoditas andalan ekspor Batam masih didominasi produk manufaktur berteknologi tinggi. Selama Januari-April 2026, kelompok barang mesin dan peralatan listrik menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$3,27 miliar atau berkontribusi 53,27 persen terhadap total ekspor nonmigas.

Posisi berikutnya ditempati mesin dan pesawat mekanik sebesar US$779,13 juta, berbagai produk kimia US$335,29 juta, benda-benda dari besi dan baja US$313,49 juta, serta minyak dan lemak hewan atau nabati senilai US$307,04 juta.

Sektor perikanan juga menunjukkan kinerja positif. Nilai ekspor golongan ikan dan udang meningkat 34,50 persen alias mencapai US$6,87 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....