Waspadai Modus Penipuan QRIS Jangan Asal Scan

  • 21 Jul 2026 09:12 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam -Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dalam bertransaksi. Proses pembayaran yang cepat, praktis, dan tanpa uang tunai membuat QRIS semakin diminati di berbagai sektor, mulai dari pusat perbelanjaan, restoran, hingga pelaku usaha mikro.

Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak lengah. Seiring meningkatnya penggunaan QRIS, berbagai modus penipuan digital juga semakin berkembang. Pelaku memanfaatkan kelengahan pengguna untuk mengalihkan pembayaran hingga mencuri data pribadi.

Salah satu modus yang paling sering ditemukan adalah penggantian QRIS asli dengan QRIS palsu. Dalam praktiknya, pelaku menempelkan kode QR palsu di atas QRIS resmi milik merchant, seperti di toko, restoran, maupun kotak donasi. Korban tetap berhasil melakukan pembayaran, tetapi dana justru masuk ke rekening pelaku.

Selain itu, penipu juga kerap menggunakan bukti transfer palsu untuk mengelabui penjual. Bukti pembayaran berupa tangkapan layar (screenshot) diedit agar tampak seolah-olah transaksi telah berhasil dilakukan. Tidak hanya itu, pelaku juga dapat mengirimkan QRIS palsu yang mengarahkan pembayaran ke rekening miliknya.

Modus lain yang patut diwaspadai adalah penawaran hadiah dan situs palsu (phishing). Pelaku mengaku sebagai pihak resmi yang menawarkan hadiah atau promo tertentu, kemudian meminta korban melakukan pembayaran melalui QRIS. Dalam beberapa kasus, korban diarahkan mengakses situs yang menyerupai website resmi untuk mencuri data pribadi, informasi perbankan, maupun kredensial akun.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, masyarakat perlu menerapkan sejumlah langkah sederhana sebelum melakukan transaksi. Pengguna disarankan memastikan nama penerima yang muncul pada aplikasi pembayaran telah sesuai, memeriksa apakah QRIS terlihat asli dan tidak ditempel ulang, serta tidak mudah percaya pada bukti transfer yang hanya berupa tangkapan layar.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak sembarangan memindai kode QR yang berasal dari website, pesan singkat, maupun pihak yang tidak dikenal. Apabila menemukan QRIS yang tampak mencurigakan atau mengalami kejanggalan saat bertransaksi, pengguna sebaiknya segera membatalkan transaksi dan melaporkannya kepada penyedia layanan pembayaran atau pihak terkait.

Pada dasarnya, QRIS tetap merupakan salah satu metode pembayaran digital yang aman apabila digunakan dengan benar. Meluangkan beberapa detik untuk memeriksa nama penerima, keaslian QRIS, dan sumber informasi sebelum melakukan pembayaran dapat menjadi langkah sederhana yang efektif untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.

Kewaspadaan pengguna menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan transaksi non tunai. Dengan memahami berbagai modus penipuan QRIS dan menerapkan prinsip "cek sebelum scan", masyarakat dapat menikmati kemudahan pembayaran digital secara aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....