Ekonomi Singapura Melambat Dampak Konflik Iran Amerika Serikat

  • 14 Apr 2026 20:10 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Ekonomi Singapura mencatat pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan pada kuartal pertama 2026. Data awal dari Ministry of Trade and Industry Singapore menunjukkan pertumbuhan hanya mencapai 4,6 persen secara tahunan, turun dari 5,7 persen pada kuartal sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar.

Secara kuartalan, ekonomi bahkan mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen. Kondisi ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik akibat Konflik Iran Amerika Serikat Israel 2026 yang berdampak pada rantai pasok global dan biaya energi.

Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen distribusi minyak dunia turut memperburuk situasi. Harga minyak melonjak dan memicu kenaikan biaya impor, yang sangat memengaruhi negara dengan ketergantungan perdagangan tinggi seperti Singapura.

Meski begitu, sejumlah sektor masih menunjukkan ketahanan, seperti manufaktur, konstruksi, serta perdagangan dan jasa transportasi. Pertumbuhan juga ditopang oleh sektor teknologi informasi, keuangan, dan konstruksi yang tetap kuat di tengah tekanan global.

Ke depan, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat sepanjang 2026. Otoritas moneter dan para ekonom menilai risiko penurunan masih terbuka, terutama jika konflik berkepanjangan, sehingga mendorong kenaikan inflasi, melemahnya permintaan global, serta terganggunya aktivitas bisnis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....