Banyak Pekerja Singapura Overqualified namun Pilihan Sendiri
- 14 Apr 2026 20:03 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Sebuah studi dari Ministry of Manpower Singapore mengungkap hampir satu dari lima pekerja di Singapura memiliki kualifikasi lebih tinggi dibanding pekerjaan yang dijalani. Pada 2025, angkanya mencapai 19,4 persen, meningkat dari 16,3 persen pada 2015.
Menariknya, mayoritas pekerja tersebut memilih kondisi ini secara sukarela. Sekitar 17,7 persen tenaga kerja mengambil pekerjaan di bawah kualifikasi demi alasan seperti keseimbangan hidup, jam kerja fleksibel, minat pribadi, hingga peluang penghasilan lebih baik, terutama di sektor penjualan.
Temuan serupa juga disampaikan oleh National Trades Union Congress bersama pusat riset di Singapore University of Technology and Design. Dalam survei terhadap 1.100 responden, 22,5 persen mengaku overqualified, dan sebagian besar di antaranya memilih kondisi tersebut karena tanggung jawab keluarga atau preferensi gaya hidup.
Meski demikian, tingkat overqualified di Singapura masih lebih rendah dibanding rata-rata negara maju. Hal ini didukung tingginya penciptaan lapangan kerja berketerampilan tinggi yang mampu menyerap lulusan pendidikan tinggi, yang mencapai 64 persen dari total tenaga kerja.
Pemerintah Singapura terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui program pelatihan dan transisi karier. Di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, pekerja juga didorong untuk beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....