BI Kepri Siapkan Rp2,9 Triliun Uang Kartal Selama Ramadhan
- 16 Feb 2026 15:43 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Bank Indonesia memproyeksikan peningkatan signifikan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. Lonjakan tersebut terjadi seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Secara nasional, kebutuhan uang diperkirakan mengalami pertumbuhan dua digit dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi ini menjadi dasar penguatan strategi distribusi dan layanan kas di seluruh wilayah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto mengungkapkan, Pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026, kebutuhan uang secara nasional diperkirakan sebesar Rp185,6 triliun, naik 15,1% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp161 triliun. Hal ini disebabkan masih meningkatnya permintaan uang tunai di masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
"Preferensi penggunaan uang kartal masih kuat meskipun transaksi digital terus berkembang. Kondisi ini mendorong Bank Indonesia memastikan kecukupan pasokan di berbagai daerah," jelasnya, Jumat, 13 Februari 2026 saat kegiatan SERAMBI 2026.
Untuk wilayah Kepulauan Riau, Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang kartal untuk tujuh kabupaten dan kota selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026 mencapai Rp2,9 triliun. Angka tersebut meningkat 38 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp2,1 triliun. Selain itu, kebutuhan tersebut juga naik 16 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp2,5 triliun.
Sementara itu untuk penukaran uang, Bank Indonesia Kepri akan menyiapkan Rp94,2 miliar atau meningkat 165,35% dibandingkan realisasi penukaran uang 2025 sebesar Rp35,5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk menjawab lonjakan permintaan masyarakat menjelang Lebaran. Penukaran uang akan disalurkan melalui kegiatan kas keliling ke tempat ibadah dan lokasi strategis lainnya.
Program SERAMBI 2026 dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan terintegrasi selama Ramadan. Inisiatif ini difokuskan pada tiga sasaran utama yang saling berkaitan. Pertama, pemenuhan kebutuhan uang masyarakat melalui perbankan dengan jumlah cukup dan pecahan sesuai. Kedua, terlaksananya layanan kas berupa kas keliling, penukaran bersama Bank Indonesia dan perbankan, serta pelayanan di kantor perbankan. Ketiga, aspek edukasi dan komunikasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....