Malaysia Mencatat Pertumbuhan Ekspor yang Lebih Rendah
- 19 Sep 2025 20:03 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Malaysia mencatat pertumbuhan ekspor yang lebih rendah dari perkiraan pada Agustus 2025, dipicu oleh penurunan perdagangan dengan Amerika Serikat. Data Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri menunjukkan ekspor naik 1,9 persen dibanding tahun sebelumnya, di bawah proyeksi survei Bloomberg yang memperkirakan kenaikan 3 persen.
Pelemahan terutama terjadi pada perdagangan dengan AS, yang turun drastis setelah diberlakukannya tarif impor baru oleh Washington. Pengiriman barang Malaysia ke AS merosot 16,7 persen secara tahunan, sementara impor dari Negeri Paman Sam jatuh 36,7 persen. Secara keseluruhan, perdagangan Malaysia-AS menyusut 25 persen. Pemerintah Malaysia menilai tren ini sebagai dampak awal dari kebijakan tarif baru AS yang mulai berlaku pada 7 Agustus lalu.
AS merupakan mitra dagang terbesar ketiga Malaysia dengan porsi 10,6 persen dari total perdagangan. Meski tarif yang dikenakan sebesar 19 persen lebih rendah dari ancaman awal Presiden Donald Trump sebesar 25 persen, beban tambahan tetap memberi tekanan pada sektor ekspor. Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk mendiversifikasi produk serta memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas dengan negara lain.
Di sisi lain, perdagangan Malaysia dengan China memberikan dorongan positif. Ekspor ke Negeri Tirai Bambu—yang menyumbang sekitar 18 persen dari total perdagangan Malaysia—melonjak 10,4 persen pada Agustus. Kinerja ini sedikit mengimbangi kerugian akibat merosotnya pengiriman ke AS, sekaligus menegaskan pentingnya China sebagai pasar utama bagi ekonomi Malaysia.
Namun, outlook ekspor tetap penuh tantangan. Bank Negara Malaysia telah memperingatkan potensi perlambatan ekspor sepanjang sisa tahun 2025 dan menurunkan proyeksi pertumbuhan menjadi 4–4,8 persen, dari sebelumnya hingga 5,5 persen. Sebagai langkah antisipatif, bank sentral pada Juli lalu menurunkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lima tahun serta melonggarkan likuiditas perbankan guna mendorong pinjaman dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....