Singapura: S$408.000 Raib Akibat Penipuan ‘Financial Intelligence Unit’

  • 28 Agt 2025 20:18 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Kepolisian Singapura mengungkapkan bahwa sejak April 2025 setidaknya S$408.000 telah hilang akibat penipuan yang melibatkan penyamaran sebagai pejabat pemerintah dari Suspicious Transaction Reporting Office (STRO), unit intelijen keuangan di bawah Commercial Affairs Department (CAD). Hingga kini, tercatat sedikitnya 20 kasus di mana para pelaku berpura-pura menjadi petugas STRO untuk menipu korban.

Modus operandi para penipu ini dilakukan secara meyakinkan. Mereka biasanya melakukan panggilan video kepada korban, lengkap dengan tampilan identitas palsu seperti kartu tanda petugas, seragam polisi, dan lambang kepolisian di latar belakang. Beberapa penipu bahkan menggunakan nama asli petugas kepolisian yang informasinya tersedia secara publik untuk menambah kesan kredibilitas.

Dalam aksinya, para penipu mengklaim bahwa korban sedang diinvestigasi terkait aktivitas kriminal seperti pencucian uang atau transaksi mencurigakan. Bagi korban yang pernah tertipu sebelumnya, para pelaku bahkan akan merujuk pada kasus penipuan lama dan berpura-pura bahwa mereka mengawasi investigasi tersebut. Dalam beberapa kasus, penipu juga menyamar sebagai pegawai bank, lalu mengarahkan korban ke “petugas STRO” untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk memperkuat kebohongan mereka, para pelaku mengirimkan dokumen palsu melalui WhatsApp, termasuk “laporan STRO” dan “surat perintah Anti-Money Laundering”. Dengan dalih penyelidikan, korban diarahkan untuk mentransfer dana ke rekening yang diklaim milik pemerintah, menyerahkan uang tunai, atau bahkan melakukan transfer aset kripto. Korban baru menyadari mereka ditipu ketika diminta mengirim uang tambahan atau setelah melakukan verifikasi ke Singapore Police Force.

Sejak 2019, lebih dari S$3,4 miliar telah hilang akibat berbagai modus penipuan di Singapura. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak pernah mentransfer uang, memberikan detail perbankan, atau memasang aplikasi dari sumber tidak resmi atas permintaan pihak yang tidak dikenal. STRO menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta publik mengirim dana atau mengungkap informasi pribadi. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi www.scamshield.gov.sg

guna mengenali dan mencegah penipuan serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....